Najwa Shihab belum lama ini sukses membuat Kiky Saputri merasa syok. Bukan tanpa sebab, Najwa Shihab menceritakan soal pengancaman ini kepada Kiky Saputri.
- Dessy Novitasari
- Sabtu, 15 Oktober 2022 - 11:02 WIB
WowKeren - Najwa Shihab menceritakan soal Narasi TV yang sempat diretas oleh oknum tak bertanggung jawab. Hal ini diceritakan Najwa Shihab saat berbincang-bincang dengan Kiky Saputri.
Awalnya, Kiky Saputri membahas soal alasannya mengapa tak pernah me-roasting Najwa Shihab. Bukan karena tak berani, Kiky Saputri menyebut Najwa Shihab tidak memiliki celah sehingga bisa di-roasting.
Mendengar hal itu, Najwa Shihab mengaku memiliki celah. Apalagi, ia hanyalah manusia biasa seperti lainnya. "Mana ada sih orang enggak ada celahnya, kan enggak mungkin tahu Ky," ucap Najwa Shihab dalam kanal YouTube Kiky Saputri pada Jumat (14/10).
Lantas, Kiky mengutarakan kalimat kocak yang langsung membuat Najwa Shihab tertawa. Hal ini berkaitan tentang Najwa Shihab yang sempat diretas oleh oknum tak bertanggung jawab. Tak hanya Najwa, web Narasi TV juga diretas.
"Aku pikir awalnya Mba Nana enggak ada celah untuk di-roasting. Ternyata ada celah buat diretas," ucap Kiky Saputri yang langsung membuat Najwa Shihab tertawa.
"Bukan cuma aku, 37 karyawan Narasi Kiky. 31 kan karyawan, 7 eks karyawan. Dan web Narasi juga diretas," timpal Najwa Shihab.
Najwa Shihab kemudian mengungkapkan ada pesan dari hacker yang meretas web Narasi. Pesan yang disampaikan oleh hacker tersebut langsung membuat Kiky Saputri merasa syok.
"Dan yang terakhir diretas website Narasi itu ada pesan, 'diam atau mati'," jelas Najwa Shihab.
Kiky Saputri pun mengatakan bahwa orang-orang yang bekerja dengan Najwa Shihab memiliki risiko yang besar. Kiky Saputri merasa takut saat mendengar cerita Najwa Shihab.
"Selain kerja sama Mba Nana gajinya gede, risikonya juga gede," ujar Kiky Saputri. "Kan supaya sepadan dong Ky. Kalau enggak kan nanti makan gaji buta," sahut Najwa Shihab. "Nih risikonya diam atau mati, enggak bisa ketawa-ketawa kita. Aduh serem banget Mba Nana ya ampun," pungkas Kiky Saputri.
(wk/dess)