Dalam 'Under the Queen's Umbrella', ada adegan ketika Pangeran Agung Gye Seong (Yoo Seon Ho) sedang sibuk membuat kosmetik dan mulai merias wajahnya seperti seorang wanita.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Selasa, 01 November 2022 - 09:49 WIB
WowKeren - "Under the Queen's Umbrella" telah menjelma menjadi drama terpopuler di Korea. Wajar saja potongan kisah dari drama tvN ini selalu menarik disimak. Termasuk soal Pangeran Agung Gye Seong (Yoo Seon Ho) yang berdandan ala cewek.
Dalam "Under the Queen's Umbrella", ada adegan ketika Pangeran Agung Gye Seong membuat kosmetik dengan menumbuk bahan-bahannya dengan lesung kecil. Pria itu kemudian mulai merias wajahnya dengan memberikan bedak di muka dan mewarnai bibir menjadi merah.
Tak cuma berdandan saja, terlihat pula ada atasan hanbok wanita berwarna merah tergantung rapi di dinding ruangan tersebut. Kenyataan ini sempat membuat syok ibunda dari sang pangeran, Ratu Lim Hwa Ryeong (Kim Hye Soo). Namun tahukah kalian bahwa kisah cowok berdandan seperti cewek sebenarnya tercatat dalam sekarah Korea Selatan.
Menurut cerita yang diterbitkan dalam Volume 9 Koleksi Puisi Dasan, yang mengumpulkan tulisan-tulisan Jeong Yak Yong (1762-1836), peristiwa seperti itu terjadi ketika raja mengumumkan kandidat yang berhasil dari ujian sebelumnya di Alseong-si. Pada acara itu, seorang penari pria tampil dengan pakaian wanita.
Bertentangan dengan prediksi Jeong Yak-yong, yang bersikeras bahwa acara semacam itu harus dihapuskan karena akan menjadi bahan tertawaan bagi generasi mendatang, orang modern tidak terlalu terkejut melihat seorang pria berpakaian seperti wanita.
Kebencian terhadap pria yang berpakaian seperti wanita juga dapat ditegaskan dalam "Seongho Saseol" dari filsuf Silhak dan sarjana Neo-Konfusianisme Korea, Yi Ik. Ia menekankan bahwa pria di Dinasti Ming, yang mencukur alis, rias wajah, dan berpakaian seperti wanita, sering melakukan hal-hal yang tidak pantas setelah mendekati wanita, dan menekankan bahwa mereka telah dihukum mati.
Dari penjelasan ini, bisa dikatakan bahwa penolakan laki-laki berpakaian sebagai perempuan cukup ekstrim. Meskipun ada tradisi seorang pria berpakaian seperti wanita di acara-acara resmi di Alseong, para sarjana Neo-Konfusius seperti Jeong Yak Yong juga menyatakan penolakan mereka terhadap pria yang berpakaian sebagai wanita.
(wk/amal)