Efek 'The Glory' Song Hye Kyo, Alasan Maraknya Kasus Bullying di Korea Kelewat Miris
TV

Mantan guru sekolah hingga sejumlah ahli menyoroti kasus bullying di Korea usai drama 'The Glory' Song Hye Kyo populer. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Drama "The Glory" yang dibintangi Song Hye Kyo berhasil meningkatkan kesadaran tentang kasus bullying di sekolah-sekolah Korea. Sejak drama ini dirilis, satu persatu korban bullying memberanikan diri untuk menceritakan pengalamannya kepada dunia.

Publik akhirnya menaruh perhatian besar dan bertekad untuk memberantas kekerasan di sekolah. Ini dapat dianggap sebagai angin segar karena tindakan bullying di Korea cukup marak terjadi, bahkan sampai saat ini.

Baru-baru ini, content creator Queentiwa mengungkap salah satu alasan mengapa kasus bullying di Korea sangat umum terjadi. Dia berpendapat bahwa bungkamnya guru dan siswa lain akhirnya membuat pelaku semakin beringas.

Menurut Queentiwa, adegan bullying di "The Glory" maupun K-Drama yang lain sama sekali tidak dibesar-besarkan. Sebab pada kenyataannya, bullying di sekolah adalah hal yang sangat umum.

Queentiwa sendiri memiliki pengalaman mengajar di sebuah sekolah swasta. Sekolahnya memiliki banyak murid dari kalangan atas, dengan orangtua selebriti, dokter atau mereka yang memiliki posisi tinggi di masyarakat.


Karena alasan itu, sebagian besar guru di sekolah akan menutup mata terhadap kasus bullying di sekolah. Mereka khawatir akan disakiti atau dirugikan oleh orangtua pelaku yang berasal dari keluarga kaya.

Queentiwa menjelaskan, "Setiap kali aku mencoba untuk campur tangan, aku mendapat masalah. Aku meminta seorang siswa untuk meletakkan gunting di leherku."

Efek \'The Glory\' Song Hye Kyo, Alasan Maraknya Kasus Bullying di Korea Bikin Merinding

Source: Netflix

Queentiwa bukan satu-satunya orang yang mengungkap realita pilu ini. Noh Yoon Ho, pengacara yang berspesialisasi dalam tuntutan hukum bullying di sekolah juga membongkar fakta miris lainnya.

Noh Yoon Ho mengatakan bahwa sebagian besar siswa akan mengabaikan kasus bullying yang berlangsung di sekolah karena takut terlibat atau menjadi korban berikutnya. Yang lebih menyedihkan, orangtua mereka juga akan berusaha mencegah anak-anaknya berbicara tentang kekhawatiran studi.

Oleh sebab itu, orang dewasa memiliki peran penting dalam menghentikan aksi perundungan di sekolah. Daripada membela pelaku atau mencegah anaknya mengeluh, mereka seharusnya melindungi para korban dan menghukum pelaku dengan setimpal. Noh Yoon Ho juga berharap agar para siswa berhenti menjadi penonton dan bersatu padu menolong korban yang sedang disiksa.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait