Dokumentar Netflix 'In the Name of God: A Holy Betrayal' Buat Syok Penonton Luar Negeri
YouTube
TV

Beberapa penonton dari negara Asia termasuk Hong Kong terkejut melihat dokumenter ini. Banyak pemirsa yang menyatakan rasa syok keprihatinan mereka setelah menonton acara tersebut.

WowKeren - Dokumenter terbaru Netflix yang bertajuk "In the Name of God: A Holy Betrayal" tengah memicu kegemparan publik. Pasalnya dokumenter ini mengungkap perbuatan jahat para pemimpin sekte Korea Selatan.

Beberapa penonton dari negara Asia termasuk Hong Kong terkejut melihat dokumenter ini. Pasalnya seorang korban asal Hong Kong bernama Maple Yip mengklaim bahwa dia telah dilecehkan secara seksual oleh Jung Myung Seok, pendiri Jesus Morning Star (JMS).

Menanggapi dokumenter "In the Name of God: A Holy Betrayal", media Hong Kong menyoroti bahaya aliran sesat sambil membagikan kisah para korban. Banyak pemirsa yang menyatakan rasa syok keprihatinan mereka setelah menonton acara tersebut.

Seorang penduduk Hong Kong yang menonton tiga episode pertama "In the Name of God: A Holy Betrayal" mengatakan, "Aku syok dengan bagaimana (sekte) JMS menggunakan psikologi untuk menyebarluaskan aliran mereka."


"Tingkat ancaman yang diberikan kepada umat yang mencoba mengungkap rahasia tersebut berada di luar imajinasiku. Aku ingin memuji keberanian yang ditunjukkan oleh korban dalam membagikan kisah pelecehannya," imbuh penduduk asal Hong Kong itu.

Warga Hong Kong lainnya menyatakan, "Sebelum nonton dokumenter ini, kupikir orang-orang yang jatuh cinta pada aliran sesat itu sudah gila. Tapi setelah menyaksikan dokumenter itu, aku menyadari bahwa mereka hanyalah korban yang rapuh."

Seorang penduduk Singapura ikut berbagi, "Aku tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang bagaimana JMS beroperasi karena aku tidak menganut agama apa pun. Namun, mengetahui tentang banyaknya pengikutnya membuatku cemas, dan memikirkan seseorang yang kukenal menjadi bagian darinya sungguh mengkhawatirkan."

Sementara itu, Kim Ki Soon yang adalah salah satu pimpinan sekte sesat di "In the Name of God: A Holy Betrayal" mendirikan salah satu perusahaan rekaman terkemuka, Synnara Record. Banyak penonton yang akhirnya menyatakan boikot pada perusahaan itu.


Penggemar K-Pop yang membeli album lewat Synnara Record sering kali mendapat kesempatan untuk menghadiri fanmeeting idol mereka. Fans menggerutu, "Aku sangat terkejut setelah mengetahui bahwa Synnara Record dijalankan oleh pemimpin sekte agama. Aku tidak percaya."

(wk/amal)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait