Usai Digugat FIFTY FIFTY, Agensi Polisikan Penulis Lagu 'Cupid'
Instagram/we_fiftyfifty
Selebriti

Nama FIFTY FIFTY melejit berkat lagu 'Cupid' yang menjadi viral di mana-mana. Di tengah konflik yang bergulir, agensi ATTRAKT melaporkan penulis lagu hits tersebut.

WowKeren - Baru-baru ini, FIFTY FIFTY telah mengajukan gugatan untuk menangguhkan kontrak mereka. Konflik dan agensi memasuki babak baru di mana pencipta lagu "Cupid" dipolisikan oleh ATTRAKT.

Pada Rabu (28/6), ATTRAKT selaku agensi FIFTY FIFTY dilaporkan memilih jalur hukum untuk menyelesaikan masalahnya dengan Ahn Sung Il, mantan CO-CEO sekaligus pencipta lagu dan produser "Cupid". Agensi menuduhnya sebagai kekuatan luar yang mencoba membujuk FIFTY FIFTY melanggar kontrak.

ATTRAKT melaporkan CEO Ahn yang kini memimpin The Givers beserta empat orang lainnya ke Kantor Polisi Gangnam Seoul. Adapun tuduhan yang ditujukan pada mereka adalah menghalangi bisnis, merusak catatan elektronik, penipuan dan pelanggaran kepercayaan.

"The Givers mengadakan kontrak layanan dengan kami, mengambil tanggung jawab manajemen proyek (FIFTY FIFTY) dan mengawasi operasi bisnis. Namun, selama masa transisi mereka terlibat dalam aktivitas yang merusak bisnis kami, seperti menghapus akun email perusahaan dan data terkait proyek, menyebabkan kerusakan pada catatan elektronik, dan melakukan tindakan penipuan dan pelanggaran kepercyaan dalam urusan bisnis mereka," beber ATTRAKT.

Selain itu, ATTRAKT juga menyebutkan CEO The Givers diam-diam membeli hak cipta "Cupid" dari produser lagu luar negeri. Perbedaan ditemukan dari apa yang dikreditkan di MelOn dan yang terdaftar di Korean Music Copyright Association (KOMCA).


Meskipun di situs musik MelOn, SIAHN (CEO The Givers Ahn Sung Il), Ahin, dan member FIFTY FIFTY Keena menulis lirik untuk "Cupid" bersama tiga komposer Swedia terdaftar sebagai pencipta lagu, KOMCA menunjukkan CEO The Givers, AHIN dan Keena memegang hak cipta.

Sebelumnya, ATTRAKT mengklaim bahwa pihak ketiga mendekati Warner Music Korea untuk menjual FIFTY FIFTY. The Givers dituding sebagai pihak ketiga tersebut.

Langkah ATTRAKT melaporkan The Givers ini kemudian mendapat reaksi beragam dari netizen. Sebagian dari mereka mengasihani FIFTY FIFTY, yang lain bertanya-tanya apakah harus permasalahan ini jadi berlarut-larut.

"Jadi 90 persen masalah di kedua sisi adalah pekerja paruh waktu yang mereka gunakan," kata salah satu netizen. "Aku merasa kasihan, grup ini bisa sangat sukses... aku harap mereka bisa menyelesaikan ini," sahut netizen lain. "Mengapa mereka memilih langkah seperti ini?" ujar yang lain.

Sementara itu, FIFTY FIFTY telah melaporkan ATTRAKT karena tidak adanya transparasi pembayaran hingga tuduhan mencemarkan nama baik member. Para member menolak memberikan tanggapan sementara proses hukum tengah berjalan.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait