YouTuber Lee Jin Ho Jelaskan Asal Muasal FIFTY FIFTY Tuduh CEO Gelapkan 2 Miliar Won
Instagram/we_fiftyfifty
Selebriti

Pihak FIFTY FIFTY meminta penangguhan kontrak dan menuduh CEO ATTTRAKT menggelapkan uang sebesar 2 miliar won. YouTuber Lee Jin Ho membedah asal muasal tuduhan itu muncul.

WowKeren - Saat ini, FIFTY FIFTY tengah terlibat konflik dengan agensi. CEO Attrakt, Jeon Hong Joon belum lama ini menggugat eksekutif The Givers yang juga terlibat sengketa kontrak grup pelantun "Cupid" itu.

Pada Jumat (21/7), ATTRAKT menjelaskan bahwa CEO Jeon mengajukan pengaduan ke Kantor Polisi Gangnam Seoul terhadap Baek dari The Givers. Adapun tuduhan yang dipermasalahkan adalah menghalangi bisnis dan merusak catatan elektronik.

ATTRAKT menambahkan, "Kami telah mengirimkan permintaan pengambilalihan kepada Baek yang merupakan seorang eksekutif dari The Givers, perusahaan jasa yang bekerja dengan FIFTY FIFTY, sejak 10 Mei tetapi baru pada tanggal 16 bulan lalu dia menyerahkan akun manajer dengan email enam karyawan telah dihapus."

Pada hari yang sama, mantan reporter Lee Jin Ho sekaligus YouTuber mengungkapkan latar belakang tuduhan terkait CEO Jeon. Seperti diketahui, FIFTY FIFTY dan CEO Ahn Sung Il dari The Givers menuduh CEO Jeon tidak menggunakan 2 miliar won (sekitar Rp23 juta) dari investasi 6 miliar won (sektiar Rp70 miliar).

YouTuber Lee menjelaskan, "Interpark memberikan investasi sebesar 9 miliar won kepada CEO Jeon pada Agustus 2020. Menurut Attrakt, mereka menghabiskan 6 miliar won untuk FIFTY FIFTY. Namun kenyataannya, hanya 4 miliar yang digunakan, dan 2 miliar sisanya adalah investasi lain. Karena itu, anggota FIFTY FIFTY dan CEO Ahn Sung Il menimbulkan kecurigaan bahwa CEO Jeon telah menggelapkan dana tersebut."


Jin Ho kemudian melanjutkan bahwa CEO Jeon tahu cara membelanjakan uangnya. Karena sebelumnya CEO Jeon sudah pernah membuat beberapa grup dan gagal berkali-kali. Menurut Jin Ho, CEO Jeon tidak mungkin menghabiskan semua 6 miliar won atau akan kekurangan uang untuk produksi album.

"CEO Jeon memutuskan untuk menerima hanya 4 miliar won terlebih dahulu dan mengambil sisa 2 miliar won kemudian ketika benar-benar diperlukan untuk tahap akhir produksi album," papar Jin Ho.

Mantan reporter itu menambahkan, "Dia benar-benar menghabiskan 4 miliar won pertama untuk menutupi akomodasi, pelajaran, dan biaya lain untuk para anggota, dan kemudian menerima 2 miliar won untuk memproduksi dua album. Hanya ada sedikit keterlambatan dalam prosesnya, tetapi Ahn Sung Il dan para anggota curiga bahwa CEO Jeon mengkhianati mereka."

Sebelumnya pada 5 Juli, Divisi 50 Perjanjian Sipil Pengadilan Distrik Pusat Seoul melakukan sidang pertama untuk menangguhkan kontrak eksklusif FIFTY FIFTY terhadap ATTRAKT. Saat sidang berlangsung, pihak para gadis berpendapat bahwa ATTRAKT melanggar kewajiban memberikan data penyelesaian serta dukungan kesehatan mental dan fisik bagi para member. Agensi tersebut juga dinilai tidak mampu mendukung aktivitas hiburan mereka.

Di sisi lain, ATTRAKT bersikerasn bahwa mereka menggunakan aset dan dana CEO sebesar 8 miliar won (sekitar Rp93 miliar). Mereka membantah klaim pihak lawan dengan mengatakan itu bukan investasi kecil. Sehingga tuduhan tidak mampu mendukung FIFTY FIFTY terlalu berlebihan.

Dua hari kemudian, ATTRAKT mengajukan tuntutan pidana tambahan terhadap The Givers. Mereka menyatakan telah menemukan penggelapan yang dilakukan The Givers tanpa konsultasi sebelumnya dengan agensi. Setelah diverifikasi, mereka mengonfirmasi The Givers telah memalsukan kontrak layanan penggelapan.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait