Banyak agensi hiburan di Korea Selatan mematenkan nama artis atau sebuah grup besutannya nya ke Kantor Kekayaan Intelektual Korea. Seperti YG Entertainment mematenkan nama G-Dragon BIG BANG ketika kontrak eksklusif mereka masih belum jelas.
- Rosi Fajar Afrianti
- Jumat, 13 Oktober 2023 - 13:24 WIB
WowKeren - YG Entertainment mematenkan nama G-Dragon BIG BANG ketika kontrak eksklusif mereka masih belum jelas. Hal tersebut bisa dilihat secara resmi melalui situs Layanan Informasi Hak Kekayaan Intelektual Korea atau KIPRIS. Penggemar baru menemukan kalau agensi kembali memperbarui hak untuk nama G-Dragon pada Selasa (10/10).
Sejauh ini, YG telah mendaftarkan hak intelektual nama G-Dragon 3 kali. Dua permohonan diterima di tahun 2004 dan satu sisanya pada 2016. Atas kabar ini, publik pun bereaksi keras. YG dianggap sengaja membuat G-Dragon tidak bisa menggunakan nama panggung yang telah ia pakai sejak 17 tahun lamanya.
Sementara itu, nama grup atau nama panggung dikatakan sebagai brand dari agensi. Jika grup tersebut bubar atau idol hengkang dari agensi maka agensi masih bisa menggunakannya karena mereka memiliki kuasa. Di sisi lain, banyak agensi hiburan di Korea Selatan mematenkan nama artisnya ke Kantor Kekayaan Intelektual Korea. Simak siapa saja:
(wk/rosi)1. G-Dragon
YG Entertainment dikabarkan telah mendaftarkan hak intelektual nama G-Dragon sebanyak 3 kali. Terbaru, penggemar pun menemukan bahwa agensi yang didirikan oleh Yang Hyun Suk ini memperbarui hak untuk nama G-Dragon pada 8 September lalu. Hal ini menuai sorotan publik Korea lantaran nama sang idol dipatenkan di tengah ketidakjelasan kontrak. YG juga dituding sengaja membuat G-Dragon tidak bisa menggunakan nama panggung yang telah ia pakai sejak 17 tahun lamanya.
2. Taeyang BIGBANG
Member BIGBANG yang lainnya, Taeyang juga namanya dipatenkan oleh YG. Kabarnya agensi BLACKPINK itu membeli hak cipta untuk nama "Taeyang" serta unit "GD x Taeyang" pada 2015. Kala itu, hal ini pun melahirkan kesimpulan Taeyang tak bisa menggunakan nama mereka kalau keduanya tak melanjutkan kontrak dengan YG. Sementara itu, suami Min Hyo Rin ini diketahui hengkang dari agensi tersebut namun bernaung di bawah anak perusahaannya yakni The BLACK LABEL.
3. Chuu eks LOONA
Konflik antara Chuu eks LOONA dengan agensi bergulir sangat panas pada 2022 lalu. Sang idol telah mengajukan gugatan terhadap Blockberry Creative terkait kontrak. Di tengah bergulirnya kasus, terkuak agensi mengajukan merek dagang untuk nama "Chuu LOONA" hanya sebulan sebelum gugatan dilayangkan oleh snag idol. Permasalahan ini berujung dengan Chuu hengkang dari agensi diikuti oleh para member yang lain.
4. Lisa BLACKPINK
Pada 9 Februari 2020, YG Entertainment diketahui mendaftarkan nama Lisa BLACKPINK, yakni "Lalisa Manobal" dan "Manobal", sebagai brand fesyen. Pendaftaran ini dijelaskan pihak agensi untuk keperluan merchandising, termasuk produksi pakaian dalam, syal leher, dan koleksi ready-to-wear lainnya. Hal ini sempat membuat penggemar berasumsi bahwa idol asal akan memulai lini pakaiannya sendiri.
5. PSY
PSY selebriti global dengan lagu hitsnya "Gangnam Style," kabarnya juga mendaftarkan nama sebagai merek dagang untuk perlindungan imej dan peluncuran usaha baru. Diketahui salah satu produk dengan namanya yakni PSY Lunch Book. Sementara itu, diketahui PSY mendirikan agensinya sendiri yang bernama PNation pada 2018. Agensi ini didirikan saat ia mengakhiri kontraknya dengan YG.
6. T-Ara
Selain nama panggung idol, nama sebuah grup juga biasanya dipatenkan oleh agensi. Pada tahun 2009, T-Ara memulai debutnya di bawah MBK Entertainment. Setelah sembilan tahun, Jiyeon cs meninggalkan agensi. Sementara itu nama grup dipatenkan untuk hiburan, fotografi, kosmetik, dan pakaian. Masuk ke ranah hukum, para member menang karena pengadilan menolak seluruh permohonan MBK. Mereka akhirnya emmang dan memakai nama grup dengan bebas.
7. GOT7
GOT7 memiliki kasus yang berbeda di mana mereka dan JYP Entertainment mencapai kesepakatan bersama. Jay B (JB) GOT7, sang leader "menyingsingkan lengan" bajunya untuk mendapatkan merek dagang GOT7 dari agensi namun JYP sukarela menyerahkan merek dagang tersebut. Dengan hal ini, Jackson cs dapat merilis album dan musik atas nama GOT7 dan mengadakan pertunjukan dengan bebas.
8. Shinhwa
Salah satu kasus yang paling menonjol dalam topik hak paten dan merek dagang adalah Shinhwa. SM Entertainment mengalihkan hak merek dagang grup tersebut ke agensi baru mereka Good Entertainment pada tahun 2004, dan merek dagang "Shinhwa" pada tahun 2005.
Pada tahun 2011, semua anggota memutuskan untuk keluar dari Good, mendirikan perusahaan mereka sendiri, Shinhwa Company. Konflik pecah yang berujung pada perselisihan hukum. Singkat cerita Eric Mun dkk menang melawan agensi Lee Soo Man dan bisa menggunakan nama Shinhwa sebebasnya.