Member FIFTY FIFTY Sampai Angkat Kantung Empedu dan Tak Bisa Menstruasi Karena Agensi
Instagram/we_fiftyfifty
Selebriti

FIFTY FIFTY telah mengungkap perlakuan buruk ATTRAKT terhadap para member sambil mengungkap rekam medis. Ada member yang sampai harus mengangkat empedu dan ada yang tidak bisa menstruasi alami.

WowKeren - FIFTY FIFTY telah angkat bicara untuk mengungkap perlakuan buruk agensi, ATTRAKT, yang tengah berkonflik dengan mereka. Akibat dipaksa diet, para member mengalami masalah kesehatan hingga ada yang empedunya diangkat dan tidak bisa menstruasi.

Pada Jumat (13/10), FIFTY FIFTY muncul di Instagram untuk memberikan kesaksian terkait perlakuan ATTRAKT. Saena, Sio, Keena dan Aran menyertakan rekam medis untuk mendukung tuduhannya pada agensi.

Selain membeberkan perlakuan agensi, FIFTY FIFTY juga memaparkan detail kesehatan mereka selama berada di ATTRAKT. Tiga dari empat member mengalami masalah kesehatan serius akibat diet keras dan tidak mendapatkan perhatian yang semestinya.

Saena mengungkapkan, "Karena pola dietku yang keras, rambutku rontok, dan tanpa obat, aku tidak bisa menstruasi. Hormonku membutuhkan waktu enam bulan untuk stabil, dan anoreksia serta bulimiaku sangat parah sehingga berat badanku hanya 39 kg."

Selanjutnya, Sio juga mengalami masalah kesehatan seperti gangguan kecemasan parah dan fobia sosial hingga membuatnya bergantung pada obat-obatan. Dalam hal ini, ia mengaku tidak mendapat bantuan dari agensi dan hanya mengandalkan diri sendiri.

Pada suatu hari, Sio berobat ke RS karena merobek kulit sela-sela jarinya lalu jatuh pingsan. Karena jauh dari orangtua, ia hanya ditemani manajer yang menjadi wali namun agensi tidak melakukan apapun dan hanya menyuruhnya pulang ke asrama dengan taksi. Sering kali hal serupa terjadi dan digunakan untuk mengolok-olok Sio.

Setelah debut, Sio pergi ke RS karena merasa perutnya bermasalah. Begitu diperiksa, Sio disarankan makan sehat jika tidak ingin ginjalnya rusak dan harus cuci darah. Namun sayangnya Sio tetap dipaksa diet.


"Meskipun agensi bilang kesehatan kami yang utama, mereka akan jadi munafik saat berat badan kami bertambah beberapa gram saja," tutup Sio.

Terakhir, kesaksian Aran paling memberatkan karena mengaku harus mengangkat kantung empedu di usia 19 tahun akibat perlakuan agensi. Usai mengira mengalami flu perut atau gastroenteritis, Aran pergi ke RS dan harus bolak-balik setelahnya. Harapannya kala itu adalah agar bisa operasi lebih cepat supaya kembali sehat karena kesehatannya menurun 10 bulan sebelum debut.

"Kantung empeduku makin parah, dan jumpah polip yang lebih besar dari 1 cm pun bertambah. Kudengar penyakit ini bisa jadi kanker, dan aku merasa gugup. Dokter menyarankan agar aku segera menjalani operasi, namun karena tidak berani mengambil risiko untuk kembali, aku memilih mengambil risiko," papar Aran.

Sementara Aran tidak tahu kapan bisa operasi, ia kesakitan setiap hari dan selalu memuntahkan sesuatu yang dimakan. Selama berbulan-bulan, ia bergantung pada obat pereda nyeri padahal menderita kembung karena penumpukan gas dan tidak bisa buang air selama 20 hari.

"Terlepas dari kesehatanku, aku tidak diberi kekebalan terhadap pembatasan berat badan. Kami ditimbang dalam pakaian dalam kami setiap tujuh hari. Kami bahkan tidak diizinkan menambah berat badan 0,1 kg. Karena tekanan tersebut, aku sering berpuasa beberapa hari sekaligus. Aku tidak bisa jujur dan bilang aku bisa terima, karena semua orang sedang kesulitan. Aku hanya menunggu sampai tahu kapan bisa operasi dan dibantu. Hatiku lelah dan tubuhku sakit kini berada pada batasnya," terang Aran.

Setelah operasi akhirnya dilakukan, Aran merasa tidak mendapatkan waktu untuk istirahat. Padahal sebelumnya ia sudah melakukan sebisanya untuk bertahan hingga dioperasi. Apalagi situasi semakin memburuk saat ATTRAKT digugat, di mana orang-orang mulai mendatangi rumah Aran.

Saat ini, Aran mengalami penurunan berat badan dan kini tidak bisa berdiri terlalu lama efek operasi. Soal kepedihan keluarga, Aran tidak bisa lagi menceritakannya.

"Tanpa pernah menerima bantuan apa pun, aku dikorbankan oleh rumor tersebut. Aku tidak dapat menyebutkan kepedihan yang dialami keluargali saat ini. Kami adalah mesin kecil bagi label yang harus bergerak sampai kami tidak bisa melakukannya. Aku sudah tidak lagi dalam kondisi untuk bernyanyi," pungkas Aran.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait