Sebuah brand strap jam custom asal Korea Selatan melayangkan protes kepada TWS dan agensi Pledis Entertainment. Hal ini terkait dengan dugaan TWS yang meniru logo brand jam tangan tersebut.
- Marina Larasati
- Rabu, 03 Januari 2024 - 14:24 WIB
WowKeren - Baru mengumumkan tanggal debut, TWS yang merupakan boy grup baru besutan Pledis Entertainment malah terancam dilaporkan ke polisi karena dugaan melakukan tindakan plagiarisme logo. Pada Selasa (2/1), sebuah brand yang menjual jam custom asal Korea Selatan mengungkap bahwa logo miliknya diduga telah ditiru oleh TWS. Pemilik brand meluapkan kekesalan lewat akun media sosialnya.
Tak sekadar berbicara omong kosong, pihak TWM Strap juga membeberkan bukti-bukti yang bisa memperkuat tuduhannya. Ia menyandingkan foto logo milik perusahaannya dengan logo TWS. Jika dilihat, foto kedua logo tersebut memang memiliki kemiripan.
"Sebuah grup bernama TWS menyalin dan menggunakan logo saya. Logo yang benar-benar mirip. Ini adalah logo yang saya gambar dengan tangan saya sendiri dan sudah memiliki hak merek dagang. Saya cukup frustasi dihadapkan dengan masalah ini di awal tahun baru. Saya akan melaporkan ini sebagai pelanggaran merek dagang bersama pengacara besok," ungkap pemilik brand.
Sang pemilik brand pun mengatakan bahwa yang dilakukan oleh pihak TWS sangatlah keterlaluan. Ia bahkan sudah memakai logo tersebut sejak September 2018 silam. Oleh karena itu, sang pemilik brand tidak akan tinggal diam ketika mengetahui logonya diduga diplagiat.
Pemilik brand semakin dibuat geram lantaran pihak Pledis tidak memberikan respons ketika dihubungi. Ia pun menyampaikan pesan kepada Pledis untuk segera menghubunginya balik setelah melihat postingannya ini.
"Saya menghubungi pejabat Pledis terkait logo tersebut, namun tidak mendapat tanggapan dari Instagram. Sangat mengecewakan bahwa sebuah perusahaan hiburan yang cukup dikenal tidak memeriksa dengan benar saat membuat logo. Segera setelah Anda (Pledis) melihatnya, silakan tinggalkan informasi kontak Anda atau hubungi saya di saluran YouTube atau Instagram saya," tuturnya lebih lanjut.
Jika pihak Pledis tidak segera memberikan tanggapan atas aksi protesnya ini, maka pemilik brand tak segan membawa masalah ini ke jalur hukum. "Jika Anda tidak menghubungi kami sehubungan dengan hal ini, kami akan mengambil tindakan hukum melalui pengacara. Logo ini adalah karya kreatif saya dan logo berharga yang telah saya gunakan selama beberapa tahun," pungkasnya.
Unggahan ini pun menuai beragam reaksi netizen. Banyak yang setuju bahwa dua logo tersebut terlalu mirip.
"Wah mirip sekali," ujar netter. "Mereka menamakannya TWS untuk meniru desain itu," imbuh yang lain. "Ini terlalu mirip, aku pikir mereka harus mengubahnya, meskipun itu hanya kebetulan," tutur lainnya. "HYBE punya banyak uang tapi berantakan haha," sambung warganet.
(wk/lara)