KBS sebenarnya sudah menanggapi kritikan terkait alur 'Korea-Khitan War' yang menyimpang dari sejarah. Mereka menjelaskan bahwa data sejarah tentang era Goryeo relatif langka.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Sabtu, 27 Januari 2024 - 11:41 WIB
WowKeren - "Korea-Khitan War" menuai protes keras dari sebagian penonton yang menganggap alurnya menyimpang sejarah. Pada Jumat (26/1), sebagian penonton itu mengirim truk protes ke depan gedung KBS di Yeouido, Yeongdeungpo-gu mulai dari pukul 09:00 KST.
Truk protes itu berisi pesan-pesan kritikan untuk KBS seperti, "Distorsi sejarah, pembangunan buruk. Apakah ini drama sejarah? Jangan memanipulasi opini publik dengan alasan 'karya asli'!", dan "Perang Goguryeo dirusak oleh naskah yang tidak memadai."
Penonton yang mengirimi truk protes itu mengungkap bahwa, "Tentu saja, drama sejarah melibatkan kreativitas dan fiksi, dan kebebasan berkreasi harus dijamin. Namun, adaptasi dan fiksi tidak boleh menyimpang dari pengetahuan sejarah universal."
Penonton itu mengungkap bahwa dikatakan "Korea-Khitan War" telah meremehkan nilai drama sejarah KBS. Drama ini dikatakan menggambarkan adegan-adegan yang menyimpang dari catatan sejarah era Goryeo yang terdokumentasi dengan baik.
Penonton akhirnya mengecam KBS karena penulisan naskah dan penyutradaraan yang tidak masuk akal. "Korea-Khitan War" dituduh merusak nilai-nilai drama sejarah yang telah ada. Penonton menekankan ingin mencegah terulangnya insiden serupa di drama KBS.
Di sisi lain, KBS sebenarnya sudah menanggapi kritikan terkait alur "Korea-Khitan War" yang menyimpang dari sejarah. "Sebagai tim produksi, kami merasakan tanggung jawab yang besar atas berbagai gangguan yang terjadi baru-baru ini," ungkap KBS.
KBS juga meminta maaf atas kritikan penuh kasih dan teguran tajam dari penonton terkait alur "Korea-Khitan War". "Kami akan mempertimbangkan pendapat pemirsa dan melakukan segala upaya untuk menciptakan drama berkualitas tinggi," imbuh KBS.
KBS juga menjelaskan bahwa data sejarah tentang era Goryeo relatif langka, sehingga diperlukan imajinasi penulis untuk mengisi kekosongan dalam sejarah. Akan tetapi, mereka sudah mencoba menghindari distorsi fakta sejarah dengan hati-hati mengerjakan naskah berdasarkan buku-buku sejarah dan berkonsultasi dengan para ahli. Bagaimana menurutmu?
(wk/amal)