Hotman Paris Hutapea mempertanyakan sikap Kapolsek Rudiana yang merupakan ayah Eky sang korban pembunuhan lantaran seolah enggan berurusan dengannya sebagai pengacara keluarga Vina Cirebon.
- Ria Susilo Wardhani
- Jumat, 24 Mei 2024 - 14:09 WIB
WowKeren - Hotman Paris kembali buka suara soal dugaan kejanggalan kasus pembunuhan Vina Cirebon dan sang pacar, Eky Cirebon. Hotman rupanya mengungkit sikap ayah Eky sekaligus Kapolsek Kesambi, Rudiana, yang seolah menghindarinya.
Padahal, Hotman sudah menghubungi Rudi via chat WA dan mention sang polisi di sosial media. Hotman berharap Rudi mau bertemu demi membahas 3 DPO diduga pembunuh Vina dan Eky.
"Pertanyaan, pertanyaan, saya sebagai kuasa hukum keluarga almarhumah Vina kasus Cirebon. Bertanya, kenapa Pak Polisi yang sekarang Pak Rudi dan sekarang Kapolsek. Bapak dari almarhum laki-laki, kenapa tidak mau berhubungan dengan kami. Kenapa tidak mau kontak kami padahal nomor WAnya sudah saya chat, kenapa dia menghindari kuasa hukum Vina?" tanya Hotman. "Padahal sebagai polisi, dia pasti tahu banyak bukti-bukti terkait kasus ini di 2016. Bukan hanya sebagai polisi, anaknya adalah salah satu yang meninggal. Why Pak Rudi apa yang anda takutkan? Tolong hubungi Hotman Paris agar kita bisa berdiskusi terkait dengan 3 DPO ini. Pak Rudi tolong hubungi Hotman Paris. Saya sudah chat, posting di Instagram. Banyak orang minta bapak menghubungi Pak Hotman tapi bapak tidak mau."
Sebelumnya, Wirang Birawa juga mengungkap firasat ngeri terkait ayah Eky. Pasalnya, akun anonim sempat memberikan bocoran jika ayah Eky punya andil atas penangkapan Pegi Setiawan, salah satu dari DPO yang kini ditangkap dan jadi tersangka.
"Jadi yang ditangkap kemarin atas nama PEGI SETIAWAN ternyata atas laporan dari ayah korban eky yaitu bapak Iptu Rudiana sendiri. Info ini A1. Jangan tanya aing dapet dari mana, aing bisa dimana saja," kata akun voltcyber_v2. "Orang dalem ya bang👏👏👏 ngerih abang, " seru Wirang.
Di sisi lain, Rudi sebelumnya sudah sempat muncul perdana dan menangis pilu kala membahas kasus pembunuhan sang putra. Rudi sempat memberikan pesan bijak agar publik tak menyakiti perasaannya dan pihak keluarga Eky.
"Saya mohon kepada warga negara Indonesia agar jangan membuat kami lebih sakit. Eky adalah anak kandung kami yang menjadi korban daripada kelompok-kelompok yang kejam. Saya tidak diam, saya terus berupaya dan bekerjasama dengan Reskrim. Terbukti beberapa kami amankan dan sisanya sedang kami perjuangkan untuk dilakukan pengungkapan. Sekali lagi saya mohon doa mudah-mudahan orang-orang yang telah mengambil nyawa anak saya bisa segera terungkap dan sekali lagi saya mohon seluruh warga negara Indonesia agar jangan berasumsi atau memberikan statement yang akan mungkin membuat kami lebih sakit. 8 tahun saya berupaya untuk sabar dan saya mohon agar seluruh Indonesia bisa mendoakan anak saya supaya tenang dan juga bisa mendoakan supaya para pelakunya bisa segera terungkap."
(wk/riaw)