EXO-CBX Ungkap Tindak Lanjut dari Penyidikan KFTC terhadap Kakao Entertainment
iMBC
Musik

EXO-CBX mengambil langkah tegas dengan mengungkap praktik distribusi musik yang tidak adil oleh SM Entertainment melalui konferensi pers dan penyelidikan Korea Fair Trade Commission (KFTC).

WowKeren - Pada Rabu (12/6), pihak EXO-CBX kembali merilis pernyataan resmi terkait permasalahan dengan SM. Dalam pernyataannya, pihak agensi Chen, Baekhyun, dan Xiumin mengomentari soal investigasi yang dilakukan oleh Korea Fair Trade Commission (KFTC) terhadap Kakao Entertainment yang bekerja sama dengan SM.

"Telah terbukti bahwa inti dari insiden ini terletak pada penerapan diskriminatif atas biaya distribusi musik dan perilaku SM yang menyalahgunakannya," ungkap pihak EXO-CBX.

Investigasi yang dimaksud ini menyusul laporan Big Planet Made (BPM) Entertainment kepada KFTC, yang meminta penyelidikan atas keadaan di mana Kakao Entertainment mengenakan biaya distribusi yang berbeda pada perusahaan afiliasi dan anak perusahaannya dibandingkan dengan agensi lain. Hal ini bertepatan dengan transkrip CAO Lee Sung Soo dari SM yang dirilis oleh pihak CBX pada konferensi pers mereka di hari yang sama, Senin (10/6).

CAO Lee berkata, "Aku akan mengajukan tarif komisi musik sebesar 5,5 persen melalui Kakao Entertainment." BPM dikabarkan telah menyampaikan informasi tersebut kepada KFTC. Perwakilan CBX mengatakan, "Kami meragukan klaim Kakao Entertainment bahwa 'Tarif komisi distribusi tidak dihitung berdasarkan standar suatu perusahaan menjadi afiliasi Kakao atau tidak'. Selain itu, SM tampaknya juga telah memberikan bukti yang membuktikan praktik tidak pantas yang dilakukan oleh Kakao."

Pihak EXO-CBX menekankan bahwa inti dari konferensi pers pada Senin lalu adalah untuk memperbaiki masalah terkait biaya distribusi musik yang tidak adil dan untuk memberi tahu semua orang bahwa SM menyalahgunakannya untuk mendesak mereka memperbarui kontrak secara tidak adil. Tentunya hal ini sangat disayangkan.

Pihak EXO-CBX menambahkan, "Tarif komisi distribusi diskriminatif digunakan oleh SM sebagai alat untuk menekan Chen, Baekhyun, dan Xiumin untuk memperbarui kontrak mereka."

"Setelah meninjau laporan dan bukti kami, KFTC memulai penyelidikan formal dan memulai penyelidikan di tempat pada tanggal 10 Juni, menunjukkan bahwa tindakan tersebut adalah masalah yang tidak dapat diabaikan. SM Entertainment terlibat dalam distribusi yang diskriminatif seperti itu. Tindakan penggunaan biaya sebagai alat untuk memperbarui kontrak artis terungkap dengan jelas melalui bukti-bukti yang dirilis pada konferensi pers, namun SM Entertainment berusaha mengalihkan perhatian publik dengan menyesatkan kebenaran sifat masalahnya," sambungnya.

Di akhir, pihak CBX mengatakan, "Melalui KFTC, kami berencana untuk bekerja sama secara aktif dengan menyerahkan bukti-bukti yang relevan sehingga kesalahan dalam insiden ini dapat terungkap. Kami percaya bahwa organisasi tersebut akan mengungkapkan kebenaran secara objektif. insiden ini."

(wk/lara)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait