Isa Zega memilih gembok akun usai videonya memakai hijab dan bercadar saat umrah dikecam banyak pihak. Sebelumnya, Isa disindir Nikita Mirzani hingga diancam dipolisikan oleh anggota DPR, Mufti Anam.
- Ria Susilo Wardhani
- Selasa, 19 November 2024 - 13:27 WIB
WowKeren - Isa Zega alias Mami Online sedang tuai kritik di sosial media. Ini gegara Isa memakai hijab dan bercadar ala perempuan saat tunaikan ibadah umrah.
Menanggapi hal itu, Isa malah memilih gembok akun Instagramnya. "Nah, mumpung lagi rame, mami private dulu ya biar banyak yang follow. Sayang kan kalau cuma kepo tapi nggak follow," kata Isa.
Tak lama, netter malah meledek Isa sebenarnya ketar-ketir karena bakal masuk penjara. "Private biar nggak kepo. Padahal auto private karena takut diusut," ujar netter. "Bener, ngakak ya alasannya, supaya banyak yang follow. Padahal ketar-ketir," ledek netter.
Sebelumnya, Nikita Mirzani ikut layangkan sindiran buat Isa. Nikita bahkan spilll bukti Isa sebenarnya adalah pria meski berdandan seperti perempuan.
"Jadi si waria Isa Zega ini di Madinah dia itu satu kamar dengan laki-laki namanya Rahmad Sofyan," seru Nikita. "Udah jelas kan laki-laki memang boleh sekamar dengan laki-laki, karena elu waria Isa Zega adalah laki-laki. Kalau lu perempuan asli, mana ada di Madinah lu sekamar dengan laki-laki asli."
Nikita pun berharap agar Isa dijebloskan ke penjara. "Pak buruan pak penjara, malu-maluin warga negara Indonesia," seru Nikita.
Selain Nikita, anggota DPR Mufti Anam juga mengecam perilaku Isa tersebut. "Saya sangat miris, hari ini banyak sekali mendapatkan DM, tautan dari media sosial, yang bagaimana setelah saya melihat ada seseorang yang bernama 'mami online', alias Isa Zega alias Sahrul, transgender, waria, di mana awalnya adalah laki-laki, melakukan umrah dengan menggunakan hijab syar'i," tegas Mufti.
Ia mengingatkan soal aturan mengenakan busana selayaknya pria sesuai jenis kelamin terutama saat beribadah. Karena dicurigai ada dugaan penistaan agama, Mufti berharap polisi dan pihak terkait mengusut masalah itu.
"Bahkan menurut fakta MUI, walaupun sudah diubah, secara lahiriah, dia tetap seorang laki-laki. Dalam melakukan prosesnya, tetap harus menggunakan cara seorang laki-laki," kata Mufti. "Harapan kami, penegak hukum, kepolisian dan pihak terkait untuk segera menangkap si mami online. Agar ke depannya tidak ada mami, mami online yang melecehkan agama kita."
(wk/riaw)