Agnez Mo akui Ahmad Dhani memang sempat menghubungi dirinya beberapa bulan sebelum heboh kasus royalti lagu 'Bilang Saja'. Hanya saja, Dhani membahas hal di luar konteks hingga Agnez sentil soal putarbalikkan fakta.
- Ria Susilo Wardhani
- Selasa, 18 Februari 2025 - 14:55 WIB
WowKeren - Agnes Monica buka-bukaan soal kabar dirinya sempat dikontak oleh Ahmad Dhani. Menariknya, penyanyi yang akrab disapa Agnez Mo ini tegaskan jika Dhani mengirim pesan bukan soal kasus royalti melainkan endorsan caleg.
"Tapi bener Dhani ngontak lu?" tanya Deddy Corbuzier di podcast "Close the Door", 18 Februari. "Jadi gini ya bos, ha ha. Aduh Mas Dhani. Kan lu tahu gua ada tiga handphone. Gua kan sekarang 85 persen tinggal di Amrik. Handphone yang ini (yang Indo) gua jarang buka," seru Agnez.
"Nah 8 bulan yang lalu, gua sebenarnya nggak enak lho gua buka di sini. Jadi 8 bulan yang lalu dia itu ada hubungi, tapi soal, minta video mendukung di di DPR. Jadi nggak ada konteksnya sama sekali sama ini (nggak ada kaitan dengan kasus royalti)," lanjut Agnez. "Sebenarnya gua nggak enak buka di sini, Mas Dhani sori banget kalau aku ngomong di sini. Jujur aku kecewa, sedih, kok bisa diputarbalikkan. Karena 8 bulan lalu dia hubungi untuk minta video dukung dia di DPR. Unfortunatelly (Sayangnya), gue gak main gitu-gituan. Gue gak bisa. Mungkin dia took it personally (tersinggung)."
Agnez lantas mencari tahu apakah Dhani memang benar sudah menghubunginya terkait masalah royalti di ponsel lainnya. Namun, Agnez sama sekali tak menemukan pesan apapun dari Dhani. Meski begitu, Agnez membenarkan jika Dhani sempat mengirim artikel dan mengajaknya ketemuan. Agnez mengira jika Dhani sekedar menyebar artikel dan cuma ingin ketemuan biasa.
"Dia cuma ajak ketemu, dan gua di Amrik waktu itu. Waktu itu gua bacanya baru beberapa bulan setelahnya," kata Agnez. "Itupun saat gua lihat timingnya, itu on going case. Gua gak bisa cerita soal kasusnya ke mana-mana. Jadi meskipun Dhani ngajak ketemu soal itu, gua tetap gak bisa bahas."
Agnez juga sempat curiga soal kemungkinan dirinya jadi tumbal untuk sebuah agenda. Agnez pun menolak keras jadi tumbal dan sedih jika namanya dimanfaatkan untuk itu.
"Dan sebenarnya ini bukan kayak pelanggaran hak cipta lho. Kayak misalnya gua claming the song is mine, bahwa itu ciptaan gue, atau gue membajak, ini masalah performing rights. Jangan lupa ini lagu gua. Secara teknis dia berikan lagu itu ke label, dan label berikan lagu itu ke aku. Gua tidak pernah bilang itu ciptaan gua. Dan aku sudah nyanyiin lagu itu dari umur 16-17 tahun. Dan itu dipermasalahkan 20 tahun kemudian. Pada akhirnya, gua jadi mikir, ada agenda yang lebih besar apakah yang sedang...? Gua nanya," kata Agnez. "Aku pikir mereka mau merevisi UU yang ada, mereka mau memperjuangkan sesuatu. Mereka mungkin merasa ada ketidakadilan okelah gak papa. Mereka mungkin sedang memperjuangkan satu hal. Silakan. Mungkin mereka punya platform sendiri, ini masih perkiraan. Cuma jangan gua ditumbalin hanya karena agenda seseorang. Gua sedihnya, jangan dong memakai nama aku supaya agenda mereka dilihat orang.
(wk/riaw)