Deddy Corbuzier rupanya pernah dititipi pesan oleh Titiek Puspa yang sempat dilarang diungkap saat sang artis masih hidup. Kini setelah Titiek wafat, Deddy bagikan pesan sekaligus nasihat penting dari artis legendaris itu.
- Ria Susilo Wardhani
- Jumat, 11 April 2025 - 08:55 WIB
WowKeren - Titiek Puspa meninggal dunia pada 10 April pukul 16:25 WIB di RS Medistra Jakarta. Penyanyi legendaris berusia 87 tahun ini meninggal setelah sebelumnya dioperasi karena pendarahan otak kiri.
Setelah meninggal, Deddy Corbuzier ungkap pesan terakhir Titiek yang selama ini tak pernah diungkap ke publik. Deddy beberkan jika ia sempat dilarang mempublikasikan video berisi pesan sekaligus kritik Titiek untuk masyarat Indonesia selagi sang artis masih hidup.
"Eyang Titiek Puspa setelah podcast bisik-bisik ke saya.. Ded, kayanya pesan yang ini selama saya hidup tidak akan didengarkan.. Simpan videonya.. Sampai saatnya," ungkap Deddy. "Eyang adalah legenda Indonesia.. Kami kehilangan. Pahlawan seni."
Pada Kamis (10/4), Deddy unggah video podcast obrolannya dengan Titiek. Dalam video berjudul "Titiek Puspa, Saya Capek Ngomong ini, Tidak Didengar (Video ini belum pernah tayang)", Titiek ungkap pendapat soal kondisi seni dan budaya di Indonesia. Ia mengusulkan agar dibangun teater yang menampilkan seni dan budaya di tiap-tiap ibukota di Indonesia.
"Saya sangat mengagumi karunia Tuhan yaitu alam semesta Indonesia yang luar biasa. Dan saya kagum kepada para leluhur saya yang telah menciptakan seni budaya Indonesia yang luar biasa," seru Titiek. "Harusnya ada satu tempat di setiap kota, apalagi ibu kota Jakarta, itu harus ada teater yang menampilkan seni budaya Indonesia. Walaupun benang merah aslinya tidak hilang, tapi penampilannya agak kekinian supaya yang betul-betul asli ada tapi ada sentuhan kini."
Titiek juga prihatin karena Jakarta sebagai ibukota negara juga tak memiliki teater semacam itu. Tujuan utamanya juga agar anak-anak muda bisa mengenal seni dan budaya di Indonesia.
"Jakarta kan Ibu Kota Indonesia, itu harus ada teater mengenai seni budaya. Kita (bisa) membanggakan kepada para turis, bahwa di Indonesia bukan cuma itu. Ada yang begini dari Sabang sampai Merauke. Karena saya sangat mengagumi leluhur saya dan seni budaya di Indonesia. Kenapa harus ada, supaya bisa dilihat sama anak-anak kita yang kecil-kecil karena mereka generasi kita. Karena sekarang kita perang dengan gadget, mereka sudah banyak terkontaminasi, kita harus peluk mereka dengan lagu yang merdu, dengan kata-kata yang menyentuh," ujar Titiek.
Titiek juga membahas soal perbuatan baik dan jahat. Ia mengingatkan bahwa setiap perbuatan akan ada balasannya. Ia juga menyinggung soal surga dan neraka.
"Pokoknya ini antara Pemerintah dan orang-orang yang mencari uang di Indonesia, yang merasa mengambil kekayaan Indonesia, ulurkan sekian persen supaya kamu naik ke surga," kata Titiek. "Tahu nggak kalau kalian sudah mengambil semua yang ada di Indonesia, kamu makan dan tidak kamu bagikan nah silakan ada di sebelahnya surga, apa namanya nggak tahu ha ha ha. Kamu berbuat kamu tanggung jawab. Kalian berbuat baik, kalian akan mendapat kebaikan dari alam semesta. Kalian berbuat jahat, kalian mendapat kejahatan yang lebih besar dari alam semesta. Kalau kalian mengakui Tuhan itu ada, pasti takut akan melakukan yang tidak-tidak. Takut karena ada Tuhan. Ayo kita semua berangkulan, kita wujudkan betapa terima kasih kita pada alam semesta yang diberikan Tuhan."
(wk/riaw)