Kasus Cha Eun Woo menarik perhatian setelah laporan pembelian tanah seluas 5,700 pyeong.
- Rabu, 11 Maret 2026 - 06:07 WIB
WowKeren - Cha Eun Woo, anggota boy group ASTRO, kini tengah menjadi sorotan setelah program investigasi MBC, Straight, mengungkap pembelian tanah seluas 5,700 pyeong di Ganghwa. Pembelian ini mencakup tanah yang sebelumnya terkait dengan restoran belut milik keluarganya dan terlibat dalam isu perpajakan yang signifikan.
Pada episode yang ditayangkan pada 8 Maret, program Straight membahas bagaimana para selebriti mengelola agensi satu orang dan struktur pendapatan korporasi. Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa Cha Eun Woo menerima pendapatan melalui sebuah perusahaan yang sepenuhnya dimilikinya dan dikabarkan menghadapi penilaian ulang pajak sekitar 20 miliar KRW (sekitar 15 juta dolar AS) dari Layanan Pajak Nasional tahun lalu.
Menurut laporan, alamat terdaftar perusahaan tersebut sebelumnya terkait dengan restoran belut di Ganghwa, Incheon, yang dikelola oleh keluarga Cha Eun Woo. Namun, saat ini bangunan tersebut dilaporkan kosong setelah mengalami pembongkaran sekitar enam bulan yang lalu untuk renovasi. Restoran dan tanah di sekitarnya merupakan bagian dari pembelian properti yang lebih luas oleh perusahaan tersebut.
Temuan investigasi mengungkapkan bahwa perusahaan Cha memperoleh sekitar 4,500 pyeong tanah pada Juli 2020, termasuk bangunan restoran dan lahan hutan di sekitarnya, dengan nilai sekitar 1,75 miliar KRW. Sekitar 800 juta KRW dari pembelian tersebut dibiayai melalui pinjaman perusahaan.
Perusahaan tersebut kemudian memperluas kepemilikannya. Pada Februari tahun lalu, mereka dilaporkan membeli tambahan 1,230 pyeong tanah yang terletak tepat di depan restoran dengan harga 1,1 miliar KRW. Secara keseluruhan, properti yang dimiliki mencapai sekitar 5,700 pyeong, setara dengan ukuran tiga lapangan sepak bola.
Program Straight menekankan bahwa meskipun perusahaan tersebut mengakuisisi area tanah yang besar, masih belum jelas aktivitas manajemen hiburan spesifik apa yang telah dilakukan oleh perusahaan tersebut. Laporan mencatat bahwa pendapatan tahunan Cha Eun Woo diperkirakan mencapai ratusan miliar won Korea. Dalam hukum pajak Korea, pendapatan yang diproses melalui perusahaan dapat dikenakan pajak berbeda dari pendapatan pribadi, berpotensi menciptakan perbedaan pajak hingga puluhan miliar won.
Program ini juga menjelaskan bahwa menjalankan agensi satu orang itu sendiri tidak ilegal. Namun, jika sebuah perusahaan hanya ada di atas kertas dan tidak melakukan aktivitas manajerial yang nyata, otoritas dapat menganggapnya sebagai penghindaran pajak.
Menanggapi laporan ini, agensi Cha Eun Woo, Fantagio, menyatakan bahwa ibu Cha Eun Woo terlibat dalam menangani tugas-tugas manajemen untuk mendukung karir hiburannya. Agensi menambahkan bahwa mereka saat ini sedang menjalani prosedur resmi dan mengajukan materi terkait untuk mengonfirmasi legalitas pengaturan tersebut.
Sementara isu ini terus menarik perhatian setelah siaran tersebut, hingga saat ini belum ada keputusan hukum final yang diumumkan.
(wk/timw)