Kontroversi Hak Cipta Menghantui Film 'Once We Were Us'
Instagram/Koo Kyo Hwan/Instagram
Film

Film 'Once We Were Us' menghadapi tuduhan pelanggaran hak cipta dari seorang arsitek.

WowKeren - Film populer 'Once We Were Us' kini terlibat dalam kontroversi besar setelah seorang arsitek menuduh pihak produksi menggunakan desain rumahnya tanpa izin. Tuduhan ini mencuat ketika arsitek tersebut, yang dikenal sebagai Arsitek A, menyaksikan film yang dibintangi Moon Ga Young dan Koo Kyo Hwan itu.

Arsitek A menyatakan bahwa ia merasa bangga desain rumahnya digunakan sebagai lokasi syuting, namun merasa dirugikan ketika bangunan tersebut digambarkan dalam film sebagai hasil karya tokoh utama. "Sebagai seorang arsitek, saya senang desain rumah saya disewa sebagai lokasi syuting, tetapi menggambarkan bangunan itu sebagai kreasi protagonis merupakan pelanggaran hak cipta sekunder menurut kontrak desain arsitektur yang berlaku," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Maeil Business Newspaper.

Ia juga menambahkan bahwa tidak ada yang menghubunginya sebelum film dirilis, dan namanya serta perusahaannya tidak dicantumkan dalam kredit film. "Sebagai gantinya, kredit film menyebutkan seorang profesor arsitektur dari universitas dan beberapa individu di bawah label 'model dan panel arsitektur', yang bisa menyesatkan penonton untuk berpikir bahwa struktur tersebut adalah hasil karya mereka," jelasnya.


Rumah yang menjadi sumber kontroversi tersebut terletak di Cheoin-gu, Yongin, dan selesai dibangun pada Mei 2020. Arsitek A mengungkapkan bahwa ia telah mengirimkan dua surat resmi kepada perusahaan produksi dengan alamat yang dapat diakses oleh publik, namun kedua surat itu kembali karena tidak dapat dikirim. "Saya memutuskan untuk mengangkat masalah ini ke publik untuk melindungi hak-hak para pencipta," tambahnya.

Pihak produksi film merespons tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa mereka telah mendapatkan izin dari pemilik bangunan untuk melakukan syuting, tetapi mengakui bahwa mereka tidak sepenuhnya mempertimbangkan masalah hak cipta arsitektur yang mungkin timbul. Seorang juru bicara menyatakan, "Meskipun model dalam film mungkin menyerupai rumah asli, itu tidak identik dan dimaksudkan sebagai properti artistik untuk tujuan naratif. Kami sedang meninjau aspek hukum dari klaim ini dan berusaha menyelesaikan masalah ini dengan baik."

Kontroversi ini juga memicu perdebatan mengenai kesadaran industri film terhadap hak kekayaan intelektual, terutama terkait penggunaan bangunan nyata sebagai bagian dari alur cerita. Seorang ahli industri menyatakan, "Kasus ini menyoroti pentingnya berkonsultasi dengan pencipta saat mengintegrasikan desain mereka ke dalam proyek media."

Reaksi dari para penggemar pun beragam. Meskipun banyak yang merasa khawatir tentang kemungkinan penggunaan tidak etis dari produk atau desain tanpa memberikan atribusi kepada pemiliknya, masih ada sebagian orang yang menghargai upaya perusahaan produksi dalam mencoba mencapai kesepakatan melalui pendekatan ini.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!