Film Marty Supreme gagal meraih Oscar 2026 dengan sembilan nominasi, Timothée Chalamet mendapat kritik.
- Senin, 16 Maret 2026 - 20:32 WIB
WowKeren - Film "Marty Supreme" yang dibintangi oleh Timothée Chalamet mengalami kekalahan telak di ajang Piala Oscar 2026, setelah kalah dalam sembilan nominasi, termasuk kategori Best Picture, Best Actor, dan Best Director. Meskipun sebelumnya film ini meraih beberapa penghargaan di ajang lain, seperti Golden Globe dan Critics Choice Awards, namun malam penghargaan Academy Awards ke-98 ini tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Film yang disutradarai oleh Josh Safdie ini harus merelakan piala Best Picture kepada film "One Battle After Another". Selain itu, Timothée Chalamet juga kalah dari Michael B. Jordan dalam kategori Best Actor, sementara piala Best Director jatuh ke tangan Paul Thomas Anderson untuk film yang sama. Gagalnya "Marty Supreme" juga terlihat dalam kategori teknis, seperti Best Production Design yang dimenangkan oleh film "Frankenstein".
Kekalahan ini diduga berkaitan dengan kontroversi yang melibatkan Timothée Chalamet. Sebelum acara penganugerahan, Chalamet menyampaikan pernyataan yang meremehkan seni opera dan balet, yang mengundang reaksi negatif dari banyak institusi seni serta kritik tajam dari kalangan selebriti, termasuk Whoopi Goldberg dan Doja Cat. Dalam acara Variety x CNN Town Hall, Chalamet menyatakan, "Tidak ada lagi orang yang peduli dengan balet dan opera," yang kemudian menjadi topik hangat di kalangan netizen.
Dalam acara Oscar, Chalamet yang hadir bersama kekasihnya, Kylie Jenner, menjadi sasaran sindiran dari pembawa acara Conan O'Brien. Dalam monolog pembuka, O'Brien mengatakan, "Keamanan malam ini sangat ketat. Saya dengar ada kekhawatiran akan serangan dari komunitas opera dan balet," yang mengundang tawa dari penonton.
Sindiran juga datang dari Alexandre Singh, sutradara film pendek terbaik "Two People Exchanging Saliva", yang dalam pidato kemenangannya mengungkapkan keyakinan bahwa seni dapat mengubah jiwa manusia, meskipun memerlukan waktu. "Kami percaya bahwa seni bisa mengubah jiwa manusia. Mungkin butuh 10 tahun, tetapi kita bisa mengubah masyarakat melalui seni, kreativitas, teater, dan balet," ujarnya.
Kekalahan "Marty Supreme" di Oscar 2026 memicu reaksi beragam di platform media sosial X (sebelumnya Twitter). Beberapa pengguna menganggap kekalahan ini wajar, sementara yang lain mengaitkannya dengan fenomena cancel culture. Salah satu pengguna menulis, "Mungkin orang ini perlu belajar bahwa memenangkan Oscar bukan hanya soal membintangi film yang terkesan pretensius dan memasang satu-dua ekspresi kaku yang dianggap sebagai akting." Sementara itu, netizen lain mengatakan, "Selebritas Hollywood menangisi pendapatnya tentang balet yang dianggap membosankan, dan ini lah hasilnya." Namun, penggemar tetap membela Chalamet, menekankan bahwa ia tetap berprestasi dengan mendapatkan nominasi meski tidak meraih kemenangan.
(wk/timw)