Blake Lively tetap melanjutkan perjuangannya meski gugatan terhadap Justin Baldoni sebagian besar ditolak.
- Selasa, 07 April 2026 - 09:03 WIB
WowKeren - Aktris Blake Lively menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan hukum melawan Justin Baldoni, meskipun sebagian besar gugatan yang diajukan ditolak oleh hakim. Dalam sebuah unggahan di Instagram Stories, Lively menyampaikan bahwa dia tidak akan berhenti melawan pihak-pihak yang berupaya membungkam suara korban. "Saya tidak akan pernah berhenti melakukan bagian saya untuk mengungkap sistem dan orang-orang yang mencoba menyakiti, mempermalukan, dan membalas korban," tulis Lively.
Hakim Distrik AS Lewis Liman telah memutuskan untuk menolak sebagian besar klaim dalam gugatan Lively, termasuk tuduhan pelecehan seksual, pencemaran nama baik, dan konspirasi. Keputusan ini mempersempit ruang lingkup kasus yang akan berlanjut di persidangan pada bulan Mei mendatang. Persidangan kini akan lebih fokus pada dugaan pelanggaran kontrak, tindakan pembalasan oleh Wayfarer Studios, serta dugaan keterlibatan firma PR dalam pembalasan yang dialami Lively.
Kasus ini berkaitan dengan produksi film "It Ends With Us", di mana Lively dan Baldoni berperan sebagai lawan main. Meskipun beberapa tuntutan telah dicabut, Lively merasa bahwa inti dari kasusnya masih bisa dilanjutkan di pengadilan. "Saya bersyukur karena inti dari kasus ini tetap bisa dipresentasikan di pengadilan," ujarnya. Ia menyampaikan bahwa gugatan ini diajukan sebagai respons atas dugaan pembalasan yang ia alami setelah menyuarakan pentingnya lingkungan kerja yang aman.
Lively juga menyoroti fenomena yang disebutnya sebagai "kekerasan digital", yang berdampak nyata secara fisik dan mental. "Rasa sakit akibat kekerasan digital itu nyata. Itu adalah pelecehan dan terjadi di mana-mana," ungkapnya. Ia mengingatkan publik untuk tidak terjebak dalam "drama digital" yang dapat mengaburkan isu utama yang sedang dibahas.
Dukungan untuk Lively mengalir dari berbagai pihak, termasuk agensinya, William Morris Endeavor (WME), yang memuji keberaniannya. Agensi tersebut menilai langkah Lively penting dalam membuka praktik "kampanye digital terselubung" yang dapat merusak reputasi seseorang. Di sisi lain, kuasa hukum Baldoni menyatakan bahwa putusan hakim telah mempersempit kasus secara signifikan, menandakan bahwa mereka yakin dengan posisi mereka.
Walaupun banyak gugatan yang ditolak, perjuangan Lively belum berakhir. Ia dijadwalkan untuk memberikan kesaksian dalam persidangan mendatang, dan bagi Lively, kesempatan ini merupakan momen penting untuk menyampaikan ceritanya. "Saya tahu ini adalah sebuah kehormatan untuk bisa berdiri dan membela diri. Saya tidak akan menyia-nyiakannya," tutupnya.
(wk/timw)