Kasus penggunaan teknologi AI dalam drama Tiongkok melibatkan Dilraba Dilmurat dan Yang Zi.
- Jumat, 10 April 2026 - 03:34 WIB
WowKeren - Dalam beberapa waktu terakhir, penggunaan teknologi AI dalam industri hiburan Tiongkok telah menimbulkan kontroversi. Beberapa aktor ternama seperti Yang Zi dan Dilraba Dilmurat mengalami masalah serius akibat wajah mereka digunakan tanpa izin dalam produksi drama. Kasus ini mengungkapkan tantangan baru yang dihadapi oleh para artis di era digital yang semakin maju.
Berdasarkan informasi yang beredar, topik #aishortdramausedyangzi'sface# sempat trending di pencarian Tiongkok. Beberapa netizen melaporkan bahwa episode pembuka dari drama pendek bertajuk After Rebirth, I Became My Mother’s Guardian diduga menggunakan wajah Yang Zi tanpa izin. Pada 20 Maret, studio Yang Zi mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa produksi tertentu telah menggunakan teknologi AI face-swapping dan deepfake untuk mengambil kemiripan Yang Zi dalam konten video. Mereka menegaskan bahwa tindakan ini telah melanggar hak dan kepentingan Yang Zi secara serius.
Studio Yang Zi mengungkapkan, “Produksi tertentu, tanpa izin, telah menggunakan teknologi face-swapping AI untuk mengambil kemiripan Ms. Yang Zi untuk memproduksi dan mendistribusikan konten video. Tindakan ini telah melanggar hak dan kepentingan hukum Ms. Yang Zi.” Mereka juga menambahkan bahwa telah mempercayakan pengacara untuk mengumpulkan bukti dan akan menempuh langkah hukum selanjutnya.
Sebelumnya, Dilraba Dilmurat juga mengalami kasus serupa ketika wajahnya digunakan dalam sebuah drama pendek. Pengadilan memutuskan untuk mendukung Dilraba setelah ia mengajukan kasus karena wajahnya digunakan tanpa izin untuk tujuan komersial. Pengadilan Internet Beijing menyatakan bahwa pihak produksi drama tersebut melanggar hak citra Dilraba dengan menggunakan teknologi deepfake tanpa izin untuk menciptakan gambar yang sangat mirip dengan aktor tersebut.
Pihak pengadilan juga menegaskan bahwa platform tempat drama tersebut ditayangkan juga bertanggung jawab karena tidak melakukan pemeriksaan yang layak. Dalam drama pendek yang diproduksi oleh Perusahaan Tergugat A, teknologi face-swapping AI digunakan untuk menempelkan kemiripan Dilraba pada karakter lain.
Kasus ini telah memicu diskusi luas di berbagai platform media sosial, dengan banyak pengguna internet yang salah mengira bahwa Dilraba terlibat dalam drama tersebut. Pengadilan memutuskan bahwa Perusahaan A dan Perusahaan B harus memublikasikan permohonan maaf tertulis kepada Dilraba di akun video yang mereka kelola dan memberi kompensasi atas kerugian ekonomi. Hingga saat ini, kedua pihak tidak mengajukan banding, dan keputusan pengadilan telah berlaku hukum.
Yang Zi dan Dilraba bukanlah satu-satunya aktor yang menjadi korban dari teknologi AI ini. Menurut laporan dari China News Network, sejumlah aktor lainnya juga mengalami hal serupa. Beberapa netizen melaporkan bahwa dalam beberapa drama pendek, terdapat karakter yang wajahnya sangat mirip dengan Xiao Zhan. Salah satu drama pendek tidak hanya menampilkan aktor yang mirip dengan Xiao Zhan, tetapi juga kostum serta gaya yang sangat menyerupai penampilannya dalam serial Legend of Zang Hai.
Drama pendek lainnya, Yong'an Gui, The Emperor's Pursuit, yang ditayangkan pada bulan Januari, dilaporkan menampilkan seorang pemeran utama yang mirip dengan Luo Yun Xi. Aktor Cheng Yi juga menjadi korban penggunaan wajah tanpa izin dalam drama pendek dan konten video singkat. Insiden ini sempat memicu protes dari para penggemar.
Pada 6 Maret, komunitas penggemar Cheng Yi mengeluarkan inisiatif yang menyerukan agar tidak menciptakan atau menyebarkan konten yang dihasilkan oleh AI yang melibatkan dirinya. Studio Cheng Yi juga menyatakan bahwa mereka akan mengambil langkah hukum yang sesuai untuk melindungi hak dan kepentingan artis tersebut.
Sebagai respon, beberapa platform alat AI, termasuk Doubao, Tongyi Qianwen, dan Yuanbao, mulai melarang pembuatan konten yang berkaitan dengan Cheng Yi. Selain itu, Yaoke Media meluncurkan dua aktor AI, Qin Ling Yue dan Lin Xi Yan, yang dikabarkan mirip dengan Zhai Zi Lu dan merupakan gabungan dari Zhang Zi Feng serta Zhao Jin Mai. Peluncuran ini juga menuai kritik dari netizen.
Sesuai dengan Kode Sipil Tiongkok, individu memiliki hak atas citra mereka. Tanpa izin, tidak ada yang boleh memproduksi, menggunakan, atau mengungkapkan citra mereka secara publik. Dalam istilah hukum, “citra” tidak hanya merujuk pada gambar wajah lengkap, tetapi juga mencakup fitur-fitur yang dapat dikenali secara eksternal yang memungkinkan publik mengenali individu tertentu. Banyak pihak juga mulai bersuara menentang penggunaan AI untuk penipuan endorsement, dan beberapa platform telah mulai membatasi penggunaan teknologi face-swapping AI untuk selebriti.
(wk/timw)