Ayah Kim Chang Min meminta keadilan atas kematian putranya yang tragis dan menceritakan dampak pada keluarga.
- Jumat, 10 April 2026 - 03:35 WIB
WowKeren - Dalam sebuah wawancara emosional yang ditayangkan di MBC '생방송 오늘 아침' pada 9 April 2026, ayah dari sutradara Kim Chang Min yang meninggal dunia akibat penganiayaan, menyampaikan kesedihannya dan harapannya untuk keadilan. Kim Chang Min, yang dikenal sebagai sutradara berbakat, meninggal dunia setelah mengalami serangan yang mengerikan pada 20 Oktober tahun lalu.
Ayah Kim Chang Min menjelaskan bahwa anaknya telah mendapatkan pengakuan di dunia perfilman, termasuk penghargaan sebagai sutradara di Festival Film Hak Asasi Manusia. Ia mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam, menyatakan, "Sungguh menyedihkan. Saya berharap karya-karya anak saya dapat dikenal lebih luas seiring berjalannya waktu."
Berdasarkan penuturan sang ayah, pada malam kejadian, cucunya yang memiliki kebutuhan khusus sedang bersiap-siap untuk pergi berkemah. Cucu tersebut tidak dapat berbicara dengan lancar, namun mampu meminta bantuan dengan cara menggenggam tangan ayahnya. Namun, pada dini hari tanggal 21 Oktober, sang ayah menerima kabar bahwa Kim Chang Min dalam kondisi kritis setelah serangan tersebut.
Setibanya di rumah sakit, Kim Chang Min dinyatakan mengalami 'subdural hematoma' dan beberapa hari kemudian, ia dinyatakan otak mati. Ayahnya berharap ada keajaiban, namun akhirnya harus menerima kenyataan yang pahit. "Kami mempertahankan perawatan untuk berharap ada keajaiban, tetapi ketika dokter menjelaskan bahwa kami harus mempertimbangkan donor organ, kami akhirnya menerima keputusan tersebut," ujarnya.
Dalam wawancara tersebut, ayah Kim Chang Min juga meminta agar pihak berwenang mengungkap kebenaran di balik kematian anaknya. Ia menyatakan bahwa anaknya diserang di dalam sebuah restoran dan kemudian dibawa keluar ke area yang kurang terpantau oleh CCTV untuk menerima penganiayaan lebih lanjut. "Korban dianiaya di dalam restoran lalu dibawa keluar dan diserang lagi di tempat yang tidak terpantau. Para pelaku masih bebas berkeliaran sementara kami, keluarga yang ditinggalkan, merasakan kesedihan yang mendalam," keluhnya.
Lebih lanjut, ia menceritakan dampak kejadian tersebut terhadap cucunya. "Setelah kejadian, cucu saya mengalami ketakutan yang mendalam, sering berteriak dan terlihat gelisah. Ia bahkan mengalami kesulitan dalam mengontrol buang air kecil dan kini menjalani perawatan psikologis. Ia mengonsumsi obat untuk membantu mengatasi rasa cemasnya," ungkapnya dengan penuh emosi.
Ayah Kim Chang Min menekankan pentingnya agar penyelidikan dilakukan ulang untuk mengungkap kebenaran di balik kematian tragis anaknya. "Saya berharap agar kasus ini diperiksa kembali dari awal, sehingga kebenaran tentang kematian ini bisa terungkap," tuturnya dengan harapan akan keadilan bagi keluarganya.
(wk/timw)