Sabrina Carpenter Minta Maaf Setelah Kontroversi di Coachella 2026
Instagram/Sabrina Carpenter/Instagram
Selebriti

Sabrina Carpenter minta maaf setelah kritik terkait aksi panggungnya di Coachella 2026.

WowKeren - Penyanyi pop asal Amerika Serikat, Sabrina Carpenter, baru-baru ini mengalami kritik yang cukup tajam dari warganet setelah penampilannya di Coachella 2026 viral. Insiden ini terjadi saat Sabrina tampil sebagai headliner di panggung utama festival musik tersebut pada malam Jumat, 10 April 2026, di mana ia dituduh melakukan tindakan yang dianggap tidak sensitif dan Islamofobia.

Kontroversi bermula ketika Sabrina membawakan lagu "Please Please Please". Setelah penampilannya, ia mendengar teriakan melengking dari seorang penonton yang ternyata merupakan sorakan tradisional budaya Arab. Merespons suara tersebut, Sabrina mengatakan, “Saya rasa saya mendengar seseorang melakukan yodel,” yang kemudian memicu penggemar tersebut untuk mengulangi suaranya. Ia melanjutkan dengan nada sarkastik, “Apakah itu yang kamu lakukan? Saya tidak menyukainya.”

Walaupun penonton tersebut menegaskan bahwa suaranya adalah bagian dari budaya dan merupakan sorakan perayaan, Sabrina justru merespons dengan komentar yang dianggap merendahkan, “Budaya kamu adalah yodeling? Apa yang terjadi? Ini aneh,” sebelum melanjutkan penampilannya. Potongan video dari interaksi ini dengan cepat menyebar di media sosial, khususnya di platform X, dan memicu kritik luas dari netizen.


Banyak yang mengidentifikasi teriakan tersebut sebagai zaghrouta, sebuah ekspresi kegembiraan yang umum dalam budaya Timur Tengah, terutama dalam konteks perayaan. Sejumlah netizen mengecam sikap Sabrina yang dianggap tidak menghargai keberagaman budaya. Salah satu pengguna dengan nama @notpopbase menyatakan, “Mengatakan dia tidak suka sorakan budaya Arab… ini sangat tidak sensitif dan Islamofobik. Saya sangat kecewa padanya.”

Menanggapi kritik yang terus meningkat, Sabrina Carpenter akhirnya memberikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun X pribadinya pada Sabtu, 11 April 2026. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa tidak ada niat untuk menghina budaya atau agama tertentu. “Saya memohon maaf. Saya tidak melihat orang tersebut secara langsung dan tidak bisa mendengar dengan jelas. Reaksi saya murni karena kebingungan dan sarkasme, tidak ada niat jahat. Seharusnya saya bisa menanganinya dengan lebih baik,” tulisnya.

Penyanyi berusia 26 tahun itu juga menegaskan bahwa ia kini telah mempelajari apa itu zaghrouta. “Sekarang saya tahu apa itu zaghrouta! Saya menyambut semua sorakan dan yodel mulai sekarang dan seterusnya,” tutupnya.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait