Raffi Ahmad memilih bersikap tenang saat dituduh melakukan pencucian uang, mengingat proses kerja kerasnya selama ini.
- Kamis, 16 April 2026 - 22:03 WIB
WowKeren - Presenter dan pengusaha Raffi Ahmad menanggapi dengan santai tuduhan pencucian uang yang beredar di masyarakat. Ia menyadari bahwa banyak orang hanya melihat keberhasilannya saat ini tanpa memahami proses panjang yang dijalaninya selama bertahun-tahun.
Dalam sebuah wawancara di Taulany TV, Raffi mengungkapkan, "Orang paling suka melupakan proses. Orang ini suka ngelihatnya tuh, eh kita sukses sekarang, enggak tahu, gua, Gading, dari 15 tahun loh gua kerjanya sampai pagi." Pernyataan ini menunjukkan bahwa kesuksesan yang diraihnya tidak datang begitu saja, melainkan melalui kerja keras dan dedikasi.
Lebih lanjut, Raffi menyatakan bahwa ia tidak merasa marah dengan tuduhan tersebut. "Gua enggak marah, karena gua tidak merasakan hal itu (pencucian uang)," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa saat diundang oleh Ketua PPATK, ia datang untuk memberikan penjelasan karena tidak merasa takut dengan tuduhan tersebut.
Raffi menegaskan bahwa ia tidak akan mengambil tindakan hukum terhadap orang-orang yang menuduhnya. "Enggak apa-apa, selama orang itu bisa berasumsi, ya enggak apa-apa lah, gue juga enggak pernah pusingkan," ungkapnya. Menurutnya, setiap orang pasti memiliki pendapat yang berbeda, dan ia memilih untuk tidak merasa terbebani oleh pandangan negatif orang lain.
Dalam pandangannya, Raffi lebih memilih untuk bersikap baik kepada orang lain tanpa mempertahankan rasa dendam. "Yang penting kita baik aja deh sama orang. Enggak perlu dendam, enggak perlu ngebalas. Kita doakan orang yang baikin kita, kita doakan baik, yang enggak juga kita doain, supaya dia juga jadi baik ke kita. Udah gitu aja, simple," tuturnya.
Raffi juga berbagi pandangannya mengenai pentingnya memahami orang lain. "Kita tuh jangan mau kita yang harus dimengerti terus. Justru kita yang harus belajar ngertiin orang itu," ujarnya. Dengan demikian, ia menunjukkan sikap empati yang tinggi dan keinginan untuk membangun hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya.
(wk/timw)