Endang Surahman Hartono, pemilik nama Ndhank Stinky, meninggal dunia pada 18 April 2026.
- Senin, 20 April 2026 - 08:03 WIB
WowKeren - Endang Surahman Hartono, yang lebih dikenal dengan nama Ndhank Stinky, telah meninggal dunia pada Sabtu, 18 April 2026. Ia merupakan pencipta lagu legendaris "Mungkinkah" yang telah menjadi bagian penting dalam industri musik Indonesia.
Ndhank menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Manado, Sulawesi Utara, akibat kondisi kritis yang dialaminya. Kabar mengenai kondisi kesehatannya sempat tersebar luas melalui pesan berantai yang meminta dukungan doa dari rekan-rekannya di industri musik. Hal ini dibenarkan oleh saudara kembarnya, Edo Surahim.
Dalam keterangan yang disampaikan Edo, Ndhank dirawat selama tiga hari sebelum meninggal dunia. "Itu dirawat baru tiga hari, awalnya stroke ringan, terakhir sebelum meninggal pembuluh di otak pecah," ungkap Edo pada Minggu, 19 April 2026. Ia juga menambahkan bahwa Ndhank sebenarnya tengah semangat mempersiapkan proyek musik terbarunya sebelum kepergiannya.
Menurut Edo, Ndhank telah mendiskusikan rencana untuk membentuk band baru bernama Note n Sound, yang melibatkan mantan vokalis Zigas, Zoker, dan gitaris Orange, Ryan. "Sempat bahas project band baru dia Note n Sound dengan eks vokalis Zigas (Zoker) dan gitaris Orange Ryan," ujarnya.
Harapan Ndhank untuk proyek tersebut sangat besar. "Itu aja sih tadinya dia berharap jalan dengan band barunya, sudah recording, tapi tunggu konfirmasi dari salah satu label besar, masih belum ada kabar juga. (Udah rilis single) belum," lanjut Edo.
Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) pun menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Ndhank Stinky. Dalam pernyataan resminya, AKSI menyatakan, "Kami segenap keluarga besar AKSI mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Ndhank Surahman Hartono."
Ndhank dikenal sebagai gitaris dan pencipta lagu di grup musik Stinky, yang dikenal dengan banyak hits, termasuk "Mungkinkah" dan "Jangan Tutup Dirimu." "Karya-karya fenomenal beliau telah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Indonesia dan akan terus dikenang lintas generasi," ungkap AKSI dalam penghormatannya.
Selain sebagai musisi, Ndhank juga dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan hak intelektual para pencipta lagu di Indonesia. Ia aktif menyuarakan perlindungan royalti, termasuk melalui somasi terkait lagu "Mungkinkah," yang menjadi bagian dari warisan perjuangannya yang diakui banyak pihak.
"Almarhum juga dikenal sebagai seorang pejuang hak cipta yang berkomitmen dalam memperjuangkan penghargaan terhadap karya serta perlindungan bagi para pencipta lagu di Indonesia. Beliau juga merupakan bagian dari keluarga besar AKSI yang turut menjadi ruang perjuangan dan pengabdian dalam industri musik," tambah pernyataan tersebut.
Di akhir pesannya, AKSI mendoakan agar mendiang diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. "Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," tutup mereka.
(wk/timw)