Perwakilan hukum THE BOYZ menanggapi klaim pembayaran dari agensi mereka, ONE HUNDRED.
- Rabu, 22 April 2026 - 09:38 WIB
WowKeren - Perwakilan hukum dari sembilan anggota THE BOYZ telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai perselisihan hukum yang sedang berlangsung dengan agensi mereka, ONE HUNDRED. Sebelumnya, para anggota mengajukan permohonan untuk penghentian kontrak dengan agensi tersebut dan melaporkan CEO ONE HUNDRED, Cha Ga Won, atas tuduhan penggelapan pada 21 April 2026.
Menanggapi laporan tersebut, perwakilan hukum CEO Cha Ga Won menyatakan bahwa, “Kami telah menyelesaikan 100 persen biaya kontrak eksklusif dan pembayaran penyelesaian kepada para anggota, dan rencana pembayaran di masa depan juga telah ditetapkan secara transparan.” Namun, anggota THE BOYZ, Sunwoo, mengunggah tangkapan layar artikel tersebut di Instagram Stories-nya dengan menambahkan tanda tanya dan tanda “X” di bawah frasa “pembayaran selesai.”
Pada 22 April 2026, perwakilan hukum THE BOYZ, Kim Mun Hui dari firma hukum Yulchon LLC, merilis pernyataan resmi yang menegaskan posisi para anggota mengenai klaim yang dibuat oleh ONE HUNDRED. “Kami ingin menyatakan dengan jelas bahwa hingga saat ini, tidak ada satu pun dari para artis yang menerima pembayaran apapun, termasuk penyelesaian yang belum dibayarkan untuk kuartal ketiga dan keempat tahun 2025,” ungkapnya.
Kim melanjutkan bahwa meskipun mereka telah mengajukan permohonan untuk injunksi, agensi tersebut terus menunda dan membatalkan tenggat waktu pembayaran tanpa memberikan pembayaran yang sesuai. “Pernyataan resmi yang menyatakan ‘pembayaran telah selesai’ sangat disayangkan, mengingat tidak ada pembayaran yang telah dilakukan. Para artis sangat memperhatikan kebingungan dan kekhawatiran yang ditimbulkan bagi para penggemar dan pihak terkait akibat klaim yang tidak sesuai dengan fakta,” tambahnya.
Lebih lanjut, perwakilan hukum tersebut menjelaskan bahwa pengaduan kriminal yang diajukan oleh para artis saat ini sedang dalam proses penyelidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Mereka juga menegaskan bahwa mereka telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dengan menyerahkan dokumen yang diperlukan.
Pernyataan itu juga menyoroti bahwa Kepolisian Yongsan telah memutuskan untuk meneruskan kasus ini kepada Unit Investigasi Kejahatan Keuangan di Badan Kepolisian Metropolitan Seoul pada 20 April 2026. “Kami mengharapkan fakta-fakta akan ditegaskan secara jelas dan langkah-langkah yang tepat akan diambil melalui prosedur hukum yang dilakukan oleh pihak investigasi,” kata Kim.
Dia menambahkan bahwa agensi harus segera menghentikan tindakan yang menyesatkan publik berdasarkan klaim yang salah atau membuat tuduhan tidak berdasar terhadap para artis dan perwakilan hukum mereka. “Jika tindakan tersebut berlanjut, para artis akan menanggapi dengan tegas, termasuk melalui semua langkah hukum yang mungkin,” tegasnya.
Saat ini, perselisihan mengenai validitas penghentian kontrak eksklusif antara para artis dan agensi akan diputuskan oleh pengadilan melalui proses injunksi, dan pengaduan kriminal juga akan mendapatkan penilaian hukum melalui proses investigasi. “Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama dengan prosedur hukum sehingga penyelesaian yang cepat dapat dicapai,” tutup Kim.
(wk/timw)