Rapper Song Mino dari grup WINNER dituntut 1,5 tahun penjara terkait pelanggaran wajib militer.
- Kamis, 23 April 2026 - 03:01 WIB
WowKeren - Proses hukum yang melibatkan Song Mino, rapper dari grup WINNER, memasuki tahap baru setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan hukuman penjara selama 1,5 tahun. Tuntutan ini dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Distrik Seoul Barat pada 21 April 2026, terkait dengan tuduhan mangkir dari kewajiban militer.
Sesuai dengan keterangan dari jaksa, Mino diduga absen dari tugasnya sebagai pekerja layanan publik di The Mapo Resident Welfare Facility di Mapo, Seoul, antara Maret 2023 hingga Desember 2024. Selama periode tersebut, Mino juga sering meminta izin untuk tidak bekerja dengan alasan kesehatan, namun tanpa menyertakan dokumen yang sah. "Intinya, Song Mino tidak menjalankan tugas yang seharusnya diselesaikan selama masa tugasnya di militer," ungkap jaksa dalam persidangan, seperti yang dilaporkan oleh SPOTV News.
Mino yang hadir dalam persidangan menyatakan bahwa ia tidak akan membela diri atas tuntutan tersebut. Rapper berusia 32 tahun ini mengungkapkan rasa penyesalannya karena tidak mampu menjadi teladan bagi banyak orang. "Aku tidak akan menjadikan penyakitku (bipolar dan gangguan panik) sebagai alasan. Faktanya, aku gagal memenuhi tanggung jawabku sebagai anak muda Korea. Sebagai public figure, aku sangat menyesal karena melakukan hal yang memalukan. Aku tak mampu menjadi contoh bagi banyak orang. Sekali lagi, aku sangat menyesali keputusanku," ujar Song Mino dengan penuh penyesalan.
Kasus pelanggaran wajib militer yang dialami oleh Song Mino terungkap setelah media Dispatch menerbitkan sebuah artikel yang menyebutkan bahwa ia sering melakukan pencatatan kehadiran secara manual di tempat kerjanya. Menurut laporan tersebut, meskipun Mino diizinkan untuk mengambil cuti tahunan dan izin lainnya sesuai dengan peraturan, kehadirannya di tempat tugas sering kali hanya berlangsung singkat. "Sekalipun datang, Song Mino hanya akan 'singgah sejenak' lalu berbaring dan bermain game sebelum akhirnya dia pulang," tulis Dispatch dalam artikelnya pada tahun 2024.
Agensi yang menaungi Mino, YG Entertainment, menyatakan bahwa artisnya telah mengambil izin sakit untuk mendapatkan perawatan medis terkait kondisi bipolar dan gangguan panik yang dialaminya. Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Kepolisian Nasional Korea Selatan, terungkap bahwa Song Mino melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Wajib Militer. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke kejaksaan dan dijadwalkan untuk disidangkan pertama kali pada 21 April 2026.
(wk/timw)