Seorang pria ditangkap karena diduga membocorkan film The Legend of Aang ke internet.
- Selasa, 28 April 2026 - 12:33 WIB
WowKeren - Seorang pria berusia 26 tahun ditangkap di Singapura setelah diduga membocorkan film animasi The Legend of Aang: The Last Airbender ke internet. Penangkapan ini terjadi beberapa minggu setelah film tersebut bocor, dengan tuduhan mengakses server media secara ilegal.
Pihak kepolisian Singapura menerima laporan mengenai kebocoran film belum dirilis pada 16 April 2026. Dalam waktu satu hari setelah laporan tersebut, terduga pelaku ditangkap, dan sejumlah perangkat elektronik serta salinan film ilegal disita oleh pihak berwenang.
Investigasi yang dilakukan menunjukkan bahwa pria ini berhasil mengakses server secara jarak jauh, mengunduh film, dan kemudian membagikan cuplikan film tersebut di media sosial. Hukum Singapura menetapkan bahwa akses tidak sah ke materi komputer dapat dikenakan hukuman penjara maksimal tujuh tahun serta denda hingga US$50 ribu.
The Legend of Aang: The Last Airbender awalnya direncanakan untuk rilis di bioskop pada Oktober 2025, namun jadwal tersebut mengalami beberapa penundaan hingga akhirnya diputuskan untuk dirilis di layanan streaming Paramount Plus. Penundaan ini diduga menjadi motivasi bagi pria tersebut untuk membocorkan film secara online.
Film ini bocor setelah sebuah akun di media sosial bernama ImStillDissin mengklaim menerima email dari Nickelodeon yang berisi file The Legend of Aang: The Last Airbender, dan kemudian membagikan klip berdurasi lebih dari tiga menit.
Film ini akan membawa penonton kembali bertemu dengan karakter-karakter ikonik seperti Aang, Katara, Sokka, Toph, dan Zuko dalam versi dewasa, beberapa tahun setelah peristiwa di akhir serial orisinalnya. Proyek ini sebelumnya diumumkan dengan judul Aang: The Last Airbender dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 10 Oktober 2025, namun mengalami penundaan hingga 9 Oktober 2026, sebelum akhirnya dibatalkan dan dipindahkan ke Paramount+.
Pada Desember 2025, rencana perilisan film di bioskop secara resmi dibatalkan. Keputusan untuk menayangkan film ini di layanan streaming diambil bersamaan dengan pengumuman produksi serial televisi terbaru berjudul Avatar: Seven Havens.
(wk/timw)