PPIH mengingatkan jamaah haji Indonesia untuk menjaga hidrasi di tengah cuaca ekstrem Makkah.
- Rabu, 29 April 2026 - 10:35 WIB
WowKeren - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah haji Indonesia untuk lebih bijak dalam mengatur ritme ibadah mereka di Masjidil Haram. Mengingat cuaca ekstrem yang melanda Kota Makkah, jamaah diharapkan tidak memforsir tenaga agar terhindar dari risiko gangguan kesehatan serius.
Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP2JH) Daker Makkah, Ridwan Siswanto, menyoroti fenomena “euforia ibadah” yang sering kali membuat jamaah mengabaikan pentingnya waktu istirahat. “Banyak calon haji merasa ini momen sekali seumur hidup, jadi fokusnya terus beribadah tanpa henti. Bahkan ada yang sampai semalaman hingga waktu tahajud,” ujar Ridwan di Kantor Daker Makkah pada Selasa (28/4/2026).
Ridwan memperingatkan bahwa semangat beribadah yang tidak terukur bisa menguras stamina fisik jamaah. Jika kondisi kesehatan memburuk, jamaah bisa jatuh sakit dan berpotensi tidak dapat mengikuti rangkaian ibadah haji yang wajib maupun puncak prosesi haji nantinya.
Salah satu masalah yang juga ditemukan oleh petugas adalah banyaknya jamaah yang sengaja mengurangi konsumsi air. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran mereka akan sering buang air kecil dan harus kembali mengambil wudhu, mengingat jarak tempat wudhu cukup jauh dari area utama Masjidil Haram.
Menurut Ridwan, kombinasi cuaca panas, kelelahan, dan dehidrasi dapat menjadi pemicu utama terjadinya serangan panas atau heat stroke. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga hidrasi tubuh dengan cara yang tepat. “Minum itu harus berkala. Setiap lima menit minum dua teguk agar kecukupan cairan di dalam tubuh tetap terjaga,” jelas Ridwan.
PPIH berharap jamaah dapat memprioritaskan kesehatan dan menjaga stamina agar tetap prima selama seluruh rangkaian rukun serta wajib haji dilaksanakan dengan baik.
(wk/timw)