Stella Christie: ASN Harus Kuasai 'Deep Thinking' Hadapi Era Digital
Instagram/Stella Christie/Instagram
Selebriti

Wakil Menteri Stella Christie tekankan pentingnya deep thinking bagi ASN di era digital.

WowKeren - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan pentingnya penguasaan kemampuan berpikir mendalam atau 'deep thinking' bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks di era digital. Dalam keterangannya yang disampaikan di Jakarta pada 30 April 2026, Stella menekankan bahwa pola pembelajaran saat ini harus bertransformasi dari sekadar akumulasi informasi menjadi kemampuan untuk memproses dan memaknai informasi secara efektif.

Menurut Stella, ilmu kognitif berfokus pada pemrosesan informasi, di mana saat ini kita dihadapkan dengan arus informasi yang sangat besar. "Cognitive science itu adalah information processing. Di dunia ini begitu banyak informasi yang masuk lewat indra, tetapi tidak semua informasi itu diolah oleh otak kita," ujarnya. Ia menekankan bahwa penting bagi ASN untuk mengelola dua sistem berpikir, yaitu berpikir cepat (fast thinking) dan berpikir lambat (slow thinking) dalam mengambil keputusan yang berkualitas.


Stella menjelaskan bahwa penurunan rentang perhatian individu akibat derasnya informasi digital menjadi tantangan utama. Hal ini berdampak pada kualitas pemahaman dan pengambilan keputusan, terutama dalam menghadapi persoalan yang kompleks. Ia menyarankan agar ASN lebih memilih pendekatan slow thinking yang bersifat analitis dan reflektif untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. "Ambil waktu untuk memastikan bahwa solusi yang diberikan bukan sekadar solusi sementara, tetapi solusi yang menyelesaikan akar permasalahan secara sistematis atau system thinking," tegasnya.

Lebih jauh, Stella juga menyoroti pentingnya keseimbangan dalam kapasitas sumber daya manusia (SDM). ASN diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan umum seperti berpikir kritis, komunikasi, dan kepemimpinan, tetapi juga keahlian teknis yang mendalam. Hal ini penting agar ASN dapat beradaptasi dengan cepat dalam menghadapi perubahan di era digital.

Stella juga mendorong adanya perubahan paradigma dalam tata kelola pemerintahan, yang beralih dari pengukuran berbasis input menuju pengukuran berbasis hasil. "Keberhasilan kebijakan harus dilihat dari dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat, bukan semata-mata diukur dari tingkat penyerapan anggaran," pungkasnya. Dalam pernyataannya, Stella Christie menunjukkan komitmen untuk memastikan bahwa ASN dapat bersaing dan berkontribusi secara efektif dalam menghadapi tantangan di era digital yang terus berkembang.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!