Pengadilan mengungkap detail pembelian peralatan mutilasi oleh D4vd terkait kasus pembunuhan.
- Minggu, 03 Mei 2026 - 02:32 WIB
WowKeren - Pada 3 Mei 2026, pengadilan mengungkapkan rincian mengejutkan mengenai D4vd, seorang terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi, yang diduga membeli peralatan untuk memutilasi tubuh korban, Celeste Rivas Hernandez. Proses hukum ini berlangsung di Pengadilan Tinggi Los Angeles saat sidang pendahuluan dilaksanakan.
Selama sidang, terungkap bahwa D4vd telah melakukan serangkaian pembelian peralatan sejak April 2025, yang semuanya diduga berkaitan dengan rencananya untuk menghilangkan jejak kejahatan yang dilakukannya. Dokumen yang diajukan oleh Kantor Jaksa Wilayah menyebutkan, "Yang perlu diperhatikan, terdakwa membeli peralatan untuk melaksanakan rencananya memutilasi dan membuang tubuh korban."
Pembelian pertama terjadi pada 24 April 2025, saat D4vd memesan sekop dari Home Depot, yang kemudian diantar ke rumahnya. Selanjutnya, pada 1 Mei 2025, ia memesan dua gergaji mesin lewat Amazon yang juga diantarkan ke alamatnya. Pada 5 Mei 2025, D4vd kembali melakukan pembelian, kali ini membeli kantong mayat, kantong cucian tebal, dan kolam renang tiup berwarna biru, menggunakan nama palsu Victoria Mendez.
Proses penghilangan jejak kejahatan D4vd semakin terlihat jelas ketika pada 7 Juli 2025, ia memesan kandang pembakaran (burn cage) untuk membakar bukti. Hal ini menambah bukti bahwa dia memiliki rencana matang untuk mengeliminasi sisa-sisa tubuh korban dari pandangan publik. Jaksa Beth Silverman dan Nathan Hochman menjelaskan bahwa D4vd mengambil langkah-langkah mengerikan untuk menghancurkan dan membuang jasad Celeste Rivas Hernandez.
Dokumen juga menjelaskan bahwa setelah menempatkan tubuh korban ke dalam kolam tiup berwarna biru untuk menghindari darahnya mengotori lantai garasi, D4vd menggunakan gergaji mesin dan alat lain untuk memotong anggota tubuh korban. Menariknya, kolam yang digunakan menjadi bukti penting dalam penyelidikan, di mana fragmen plastik biru ditemukan di sisa-sisa tubuh korban.
Seorang ahli forensik mampu mencocokkan fragmen tersebut dengan kolam tiup yang dibeli D4vd pada Mei 2025, menambah bukti yang memberatkan. Untuk menghilangkan jejak identitas korban, D4vd diketahui memotong jari manis dan kelingking kiri Celeste, karena pada jari manis terdapat tato namanya. Sayangnya, jari-jari tersebut belum ditemukan hingga saat ini.
Meski jaksa meminta agar sidang dilanjutkan tanpa penundaan, hakim Charlaine F. Olmendo memutuskan untuk memberi tim pengacara D4vd, Blair Berk dan Marilyn Bednarski, lebih banyak waktu untuk meninjau bukti yang diajukan. Sidang pendahuluan ditetapkan akan berlangsung pada 26 Mei 2026, sementara sidang penentuan status perkara dijadwalkan pada 12 Mei 2026.
Laporan autopsi yang dirilis oleh Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles mengklasifikasikan kematian Celeste sebagai "pembunuhan" akibat "berbagai luka penetrasi" fatal, termasuk dua tusukan di bagian torso yang mengenai hati dan dada kiri. Jasad Celeste ditemukan dalam kondisi sangat mengenaskan, terpotong-potong dan disimpan dalam beberapa tas di bagasi depan mobil Tesla milik D4vd pada September 2025.
Menurut penjelasan jaksa wilayah Nathan Hochman, Celeste terakhir kali terlihat hidup pada 23 April 2025, saat ia mengunjungi kediaman D4vd di Hollywood Hills. D4vd kini menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat pertama yang berpotensi mengancam hukuman mati, serta dakwaan atas tindakan asusila terhadap anak di bawah umur dan mutilasi jenazah.
(wk/timw)