G-Dragon meminta maaf setelah mengenakan pakaian dengan kata-kata kontroversial saat tampil di Macau.
- Senin, 04 Mei 2026 - 10:43 WIB
WowKeren - Penyanyi ternama Korea Selatan, G-Dragon, baru-baru ini meminta maaf kepada penggemarnya setelah mengenakan pakaian yang mengandung ungkapan kontroversial saat tampil di acara 'K-Spark in Macau' pada 2 Mei 2026. Dalam penampilannya, yang mencakup lagu-lagu hit seperti 'Power', 'Home Sweet Home', dan 'Crocodile', G-Dragon mengenakan kaos dengan tulisan yang mengandung unsur rasis, yang memicu reaksi negatif dari publik.
Pakaian yang dikenakan G-Dragon, seorang anggota ikon K-Pop, menampilkan kata-kata dalam bahasa Belanda yang dianggap menyinggung, termasuk istilah yang secara kasar merujuk pada ras tertentu. Kontroversi ini membuat banyak penggemar dan netizen merasa kecewa dan marah, sehingga pihak manajemennya, Galaxy Corporation, segera mengeluarkan pernyataan resmi.
Dalam pernyataannya, Galaxy Corporation menyampaikan, "Kami mohon maaf karena dalam kostum pertunjukan artis kami terdapat ungkapan yang tidak sesuai dengan konteks sosial dan budaya. Kami menyadari pentingnya untuk lebih sensitif terhadap isu-isu budaya dan akan memperketat proses pemeriksaan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan."
G-Dragon, yang dikenal sebagai salah satu ikon mode dan musik, kini berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam setiap aktivitasnya agar dapat menghormati latar belakang budaya para penggemarnya di seluruh dunia.
Galaxy Corporation menambahkan, "Kami akan berusaha lebih baik untuk memastikan bahwa semua aktivitas yang melibatkan artis kami menghormati nilai-nilai dan latar belakang budaya yang beragam dari penggemar kami." Pihak manajemen juga mengungkapkan penyesalan mereka atas kekecewaan yang mungkin dirasakan oleh para penggemar akibat insiden ini.
G-Dragon, yang saat ini aktif dalam kegiatan solo maupun bersama grupnya, memiliki banyak penggemar di seluruh dunia yang selalu menantikan setiap langkahnya di industri musik. Dengan insiden ini, diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih menghormati dan memahami berbagai aspek sensitif dalam budaya.
(wk/timw)