China harus puas dengan posisi runner-up di Uber Cup 2026 setelah kekalahan dari Korea Selatan.
- Selasa, 05 Mei 2026 - 06:05 WIB
WowKeren - Dalam pertandingan final Uber Cup 2026 yang berlangsung di Horsens, Denmark pada 3 Mei, tim bulu tangkis wanita China harus menelan kekalahan telak 1-3 dari Korea Selatan. Kekalahan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena penampilan buruk dari Chen Yufei, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi timnya.
Chen Yufei, yang menempati peringkat keempat dunia, mengalami kekalahan mengejutkan di tangan Kim Ga Eun (peringkat 18) dengan skor 0-2. Sebelumnya, Wang Zhi Yi (peringkat 2) juga kalah dari Ahn Se Young (peringkat 1) dengan skor yang sama, sehingga China tertinggal 0-2 pada pertandingan tunggal.
Harapan tim China sempat muncul ketika pasangan ganda putri Liu Sheng Su dan Tang Ning berhasil meraih kemenangan di ganda pertama. Namun, ketika giliran Ji Ai Pan dan Zhang Shu Xian bertanding di ganda kedua, mereka justru mengalami kekalahan 1-2 dari pasangan Baek Hana dan Kim Hye Jeong, yang merupakan strategi cerdas dari pelatih Korea, Park Joo Bong.
Media China, 'Sohu', mencatat bahwa kegagalan di pertandingan tunggal menjadi faktor utama dalam kekalahan ini. Mereka menyatakan, "Kekalahan di tunggal pertama dan kedua telah mengacaukan seluruh rencana tim." Chen Yufei sendiri mengakui bahwa tekanan mental yang ia rasakan sangat besar, terutama karena ia diharapkan untuk menang. "Saya merasa sangat tertekan sebelum pertandingan. Kim Ga Eun bermain sangat tenang dan tidak banyak melakukan kesalahan, sementara saya justru melakukan banyak kesalahan," ungkapnya dalam wawancara setelah pertandingan.
Di sisi lain, strategi Park Joo Bong yang memutuskan untuk memisahkan pasangan Baek Hana dan Lee So Hee demi menggabungkan kembali Baek Hana dengan Kim Hye Jeong terbukti berhasil. Sohu memuji langkah ini sebagai keputusan strategis yang cerdas dan menguntungkan bagi tim Korea Selatan.
Pada akhirnya, pertandingan ini menunjukkan bahwa tim Korea Selatan kini tidak lagi dianggap remeh oleh tim China. "Kini sudah tidak ada lagi zaman di mana tim China bisa menang dengan mudah. Korea telah mengejar dan berhasil menandingi kami," tambah Sohu dalam analisisnya mengenai perubahan dinamika dalam dunia bulu tangkis internasional.
(wk/timw)