Bapanas Siapkan Stok Pangan Antisipasi Deflasi Pasca-Lebaran 2026
Instagram/Andi Amran Sulaiman/Instagram
Selebriti

Badan Pangan Nasional siapkan intervensi untuk stabilisasi harga pangan pasca-Lebaran 2026.

WowKeren - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan pasca-Lebaran 2026. Dalam upaya melindungi kesejahteraan petani dan memastikan ketersediaan pasokan, Bapanas mulai menyalurkan stok cabai dan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan apresiasinya terhadap kondisi harga pangan yang cenderung stabil berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, ia mengingatkan pentingnya mewaspadai tren deflasi yang dapat berdampak pada harga di tingkat produsen.

“Alhamdulillah, harga relatif stabil. Ini ditunjukkan oleh data BPS. Namun, deflasi pada April 2026 akan kami antisipasi dengan memastikan harga di tingkat produsen tidak jatuh terlalu dalam, sementara harga di konsumen tetap wajar,” ungkap Amran dalam keterangan resminya di Jakarta pada Senin (4/5/2026).

Amran menambahkan bahwa target jangka panjang pemerintah adalah mencapai swasembada pangan di setiap pulau, guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengendalikan inflasi secara otomatis. Stabilitas harga juga akan dimaksimalkan menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang.

Berdasarkan catatan Bapanas, harga beberapa komoditas pangan telah berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). Per 3 Mei 2026, rata-rata harga ayam pedaging hidup di tingkat produsen tercatat sebesar Rp23.401 per kg, mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp23.696 per kg. Angka ini berada di bawah HAP produsen yang ditetapkan sebesar Rp25.000 per kg.


Hal yang sama juga terjadi pada harga telur ayam ras yang per 3 Mei 2026 mencapai Rp24.890 per kg, lebih rendah dibandingkan HAP sebesar Rp26.500 per kg. Menanggapi kondisi ini, Bapanas bersama Perum Bulog menyalurkan program SPHP jagung pakan untuk menekan biaya produksi peternak.

Program SPHP jagung pakan ini ditujukan untuk lebih dari 5.000 peternak mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi. Pemerintah memproyeksikan penyaluran sebanyak 213,1 ribu ton jagung guna mengatasi fluktuasi harga pakan yang sempat melonjak 16,81 persen di atas harga acuan.

Selain ayam dan telur, Bapanas juga mendorong Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk mengatasi fluktuasi harga cabai. Stok cabai dari daerah surplus, seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara, akan dipindahkan ke wilayah yang masih mencatatkan harga tinggi, terutama di Indonesia Timur.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa deflasi yang terjadi pada April 2026 disebabkan oleh normalisasi permintaan pasca-Lebaran. BPS mencatat penurunan harga pada daging ayam ras sebesar 6,20 persen, telur ayam ras 4,29 persen, serta cabai rawit dan cabai merah masing-masing sebesar 14,98 persen dan 2,59 persen.

Secara tahunan, inflasi pangan pada April 2026 mengalami penurunan menjadi 3,37 persen dibandingkan 4,24 persen pada Maret. Angka ini masih berada dalam rentang target sasaran pemerintah yang ditetapkan antara 3 hingga 5 persen.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!