Perum Bulog berhasil serap 2,4 juta ton gabah petani hingga Mei 2026 untuk ketahanan pangan.
- Kamis, 07 Mei 2026 - 13:34 WIB
WowKeren - Perum Bulog telah mencatat penyerapan gabah petani di dalam negeri mencapai 2,4 juta ton setara beras hingga pertengahan Mei 2026. Penyerapan ini dilakukan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan memastikan ketahanan pangan serta stabilitas pasokan dalam negeri.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari target nasional sebesar 4 juta ton setara beras pada tahun ini. "Sampai tanggal 6 Mei ini, kami sudah mencapai lebih dari 2,4 juta ton. Jadi, hampir mendekati 60 persen dari total target 4 juta ton," ujarnya saat meninjau kondisi stok CBP di Gudang Bulog Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu (6/5/2026).
Menurut Rizal, keberhasilan penyerapan gabah tersebut adalah hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian, serta aparat TNI dan Polri yang mendampingi proses penyerapan di lapangan. Hal ini menunjukkan komitmen semua pihak untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia.
Bulog menerapkan standar kualitas yang ketat dalam proses penyerapan, hanya menerima hasil panen dengan tingkat kematangan optimal guna menjaga mutu beras saat disimpan dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, Bulog juga mengadopsi strategi pentahelix dengan melibatkan akademisi, media, dan mahasiswa sebagai pengawas independen untuk memastikan transparansi dalam kinerja logistik pangan nasional.
Saat ini, Bulog mengelola 1.555 unit gudang di seluruh Indonesia dengan kapasitas tampung mencapai 3,7 juta ton. Untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan stok, Bulog juga menyewa fasilitas tambahan dengan kapasitas mendekati 2 juta ton agar seluruh hasil panen petani dapat terserap secara optimal.
Rizal menambahkan bahwa pemerintah mendukung pembangunan 100 gudang baru pada tahun 2026, dengan prioritas di wilayah-wilayah terdepan seperti Nias, Natuna, dan Morotai. Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk memperkuat dan meratakan distribusi logistik nasional.
Secara keseluruhan, total stok beras nasional yang dikelola oleh Bulog saat ini mencapai 5,23 juta ton, jumlah yang dinilai aman untuk menjaga ketahanan pangan hingga tahun depan. Rizal menegaskan bahwa semua beras yang tersimpan, baik kategori premium maupun medium, adalah milik negara yang siap dialokasikan untuk menjaga stabilitas harga pasar dan program bantuan sosial.
(wk/timw)