PPIH menyediakan buggy car dan layanan ramah disabilitas untuk jemaah haji gelombang II.
- Kamis, 07 Mei 2026 - 13:35 WIB
WowKeren - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan fasilitas buggy car dan kendaraan khusus untuk disabilitas di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Fasilitas ini ditujukan untuk menyambut kedatangan jemaah calon haji Indonesia gelombang II yang dijadwalkan mendarat mulai Jumat, 8 Mei 2026.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah, Abdul Basir, menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas ini merupakan hasil koordinasi dengan pihak Nusuk Marhaba. “Fasilitas ini disiapkan untuk menunjang pergerakan jemaah. Kami juga berkoordinasi menyediakan mobil khusus lansia dan disabilitas agar proses perpindahan di bandara lebih mudah dan cepat,” ungkap Abdul Basir dalam keterangan tertulis.
Abdul Basir menekankan pentingnya persiapan yang matang, mengingat adanya perbedaan alur kedatangan di Jeddah. Berbeda dengan jemaah gelombang I yang mendarat di Madinah, jemaah gelombang II akan langsung diberangkatkan menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Untuk itu, PPIH mengimbau jemaah calon haji agar mengenakan kain ihram sejak berada di asrama haji embarkasi di tanah air. Imbauan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu, mengingat ketatnya alur pergerakan di bandara Jeddah.
Setibanya di bandara, layanan bagi jemaah akan dibagi menjadi dua jalur. Pertama, Jalur Fast Track, yang berlaku untuk empat embarkasi, yaitu Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar. Jemaah dari jalur ini bisa langsung diarahkan menuju bus yang akan membawa mereka ke Makkah. Kedua, Jalur Reguler, di mana jemaah akan diarahkan ke ruang tunggu berpendingin udara untuk beristirahat sejenak sebelum diberangkatkan.
Selain mempersiapkan transportasi, Abdul Basir juga memperingatkan tentang tantangan cuaca ekstrem di Jeddah. Suhu di Jeddah saat ini cukup panas dengan tingkat kelembapan yang lebih tinggi dibandingkan Madinah, yang dapat membuat jemaah cepat berkeringat dan berpotensi mengalami dehidrasi. “Jemaah harus selalu memperbanyak minum. Jangan menunggu haus baru minum,” pesannya.
Untuk mengantisipasi masalah kesehatan, PPIH telah menyiapkan klinik kesehatan tingkat pertama di area bandara. Klinik ini akan berfungsi sebagai ruang observasi darurat bagi jemaah yang membutuhkan penanganan medis awal sebelum melanjutkan perjalanan darat selama satu jam menuju Makkah.
Abdul Basir memastikan bahwa persiapan layanan secara keseluruhan telah mencapai 90 persen. PPIH saat ini tengah melakukan koordinasi final dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung siap beroperasi penuh pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 06.30 waktu setempat.
(wk/timw)