Chef Juna Ungkap Proses di Balik Kesalahan Hidangan di Restoran
Instagram/Chef Juna Rorimpandey/Instagram
Selebriti

Chef Juna Rorimpandey membahas kesalahan hidangan dan kebijakan restoran yang berlaku.

WowKeren - Chef Juna Rorimpandey baru-baru ini membongkar seluk-beluk yang terjadi ketika pengunjung restoran mengajukan protes akibat salahnya hidangan yang disajikan. Dalam sebuah perbincangan dengan Raditya Dika, ia menjelaskan bahwa kesalahan ini biasanya terjadi karena masalah komunikasi antara server dan dapur, yang dapat berupa kesalahan dalam menerima atau meneruskan pesanan.

Ketika terjadi kesalahan, server di restoran biasanya akan mengganti hidangan yang salah dengan yang baru. Namun, Chef Juna menjelaskan bahwa kebijakan mengenai hal ini bisa berbeda-beda tergantung pada masing-masing restoran. "Kebijakan chef atau pun manajernya sih," ungkapnya.

Ia melanjutkan, "Ada yang suka pukul rata, (kalau) servernya terbukti salah, servernya harus bayar." Dalam praktiknya, makanan yang salah dipesan tersebut sering kali dibayar dari gaji server dengan potongan harga karyawan. "Itu menjadi staf meal," tambahnya, merujuk pada makanan yang dijadikan hak milik karyawan yang bersangkutan.


Chef Juna juga menjelaskan bahwa meskipun ada kebijakan yang ketat, tetap ada pertimbangan manusiawi dalam menghadapi situasi ini. "Kalau si server jago jualan, baik, attitude bagus, kena sekali salah, ah ya udah lah. Pasti ada gitu," jelasnya, menunjukkan bahwa sikap dan kemampuan server bisa mempengaruhi keputusan akhir.

Selain membahas kesalahan dalam penyajian, Chef Juna juga mengungkapkan perilaku server ketika ada makanan sisa dari pengunjung. Meskipun seharusnya makanan tersebut dibuang, ia menyebutkan bahwa sering kali ada server yang tergoda untuk mencicipi makanan tersebut sebelum dibuang. "Apalagi server, kalau udah server, waduh," katanya dengan nada bercanda.

Dengan gaya bicaranya yang santai dan humoris, ia menambahkan, "Itu sebelum buang ada aja gini (diambil) dulu. Saya seneng tuh lihat kayak gitu, ada alasan lempar tong (sampah)." Pernyataan ini menggambarkan situasi yang sering terjadi di dapur restoran, di mana makanan yang berkualitas tinggi sering kali tidak terbuang dan dimanfaatkan oleh staff.

Melalui pernyataan-pernyataannya, Chef Juna memberikan wawasan yang mendalam mengenai dunia kuliner, khususnya mengenai interaksi antara server, dapur, dan pengunjung. Ia menunjukkan bahwa di balik setiap hidangan yang disajikan, terdapat berbagai dinamika yang tidak selalu terlihat oleh pengunjung. Hal ini menegaskan pentingnya komunikasi yang baik dan pemahaman antara semua pihak yang terlibat dalam proses penyajian makanan di restoran.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait