G-Dragon menghapus like dari postingan Kim Soo Hyun setelah menuai kritik online.
- Jumat, 29 Mei 2026 - 09:33 WIB
WowKeren - G-Dragon baru-baru ini menjadi sorotan setelah memberikan 'like' pada sebuah postingan Instagram yang membahas kemenangan hukum Kim Soo Hyun dalam kasus pencemaran nama baik. Namun, setelah menuai perdebatan di dunia maya, dia segera menghapus like tersebut.
Screenshot yang beredar di komunitas online pada 29 Mei menunjukkan bahwa bintang BIGBANG itu telah menyukai postingan yang merinci pernyataan dari agensi Kim Soo Hyun, Gold Medalist. Pernyataan tersebut mengumumkan bahwa penyelidikan resmi telah membantah rumor yang disebarkan oleh saluran YouTube kontroversial, HoverLab, terutama klaim yang menyatakan bahwa Kim Soo Hyun pernah berkencan dengan aktris Kim Sae Ron saat masih di bawah umur.
Dalam pernyataan tersebut, Gold Medalist menyatakan, “Kim Soo Hyun berjanji, ‘Saya tidak akan meminta Anda untuk mempercayai saya. Saya akan membuktikannya.’ Selama setahun terakhir, Kim Soo Hyun telah mengabdikan diri untuk memenuhi janji tersebut. Akhirnya, kebenaran telah terkonfirmasi melalui prosedur hukum dan investigasi.” Agensi juga menambahkan, “Kami sangat bersyukur kepada semua yang percaya dan menunggu Kim Soo Hyun selama ini.”
Karena G-Dragon dan Kim Soo Hyun diketahui memiliki hubungan dekat—keduanya lahir pada tahun 1988 dan pernah tampil bersama di acara variety “Good Day”—banyak penggemar menganggap like tersebut sebagai bentuk dukungan yang halus. Namun, beberapa pihak berpendapat bahwa tindakan tersebut terlalu terburu-buru dan kontroversial, sehingga G-Dragon memutuskan untuk menghapus like tersebut dengan cepat.
Beberapa penggemar membela G-Dragon, menekankan bahwa menyukai sebuah postingan di media sosial adalah pilihan pribadi dan menunjukkan bahwa dia sering berinteraksi dengan berbagai konten online. Sementara itu, tim hukum Kim Soo Hyun sedang mempersiapkan gugatan kerugian sebesar 40 miliar won (sekitar $2,9 juta) terhadap kepala HoverLab, Kim Se Ui. Kepolisian Seoul Gangnam baru-baru ini menyimpulkan bahwa YouTuber tersebut diduga menggunakan rekaman audio palsu yang dihasilkan oleh AI, yang mendorong pengadilan untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan dengan tuduhan pemerasan, pencemaran nama baik, dan pelanggaran hukum kejahatan seksual. Kim Se Ui sendiri telah membantah tuduhan tersebut saat menjalani pemeriksaan surat perintah.
(wk/timw)