Raffi Ahmad menjelaskan keterlibatannya dalam kasus dugaan suap di Bea Cukai.
- Kamis, 11 Juni 2026 - 12:01 WIB
WowKeren - Raffi Ahmad baru-baru ini menceritakan bagaimana namanya terseret dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan penjelasan Raffi mengenai situasi ini. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memesan barang melalui jasa Blueray Cargo yang berbasis di Amerika Serikat.
Saat berbincang dengan Dedi Mulyadi, Raffi menjelaskan bahwa insiden ini berawal ketika ia berkunjung ke salah satu toko kelontong Indonesia di dekat Awang Kitchen, Amerika Serikat, setelah menyelesaikan lari maraton di Chicago. Selama kunjungannya, salah satu pegawai dari Blueray Cargo meminta foto bersamanya. Raffi menceritakan, 'Kita main ke New York sambil ketemu sama teman-teman, atau warga yang disana. Jadi datanglah kita ke restoran, ada namanya Awang Kitchen. Makanlah kita, kita menghibur masyarakat. Ada videonya, di Youtube. Aku, Ariel, Desta di Awang Kitchen kita menghibur,' ujar Raffi.
Raffi melanjutkan, 'Di sebelah kanan itu ada toko kelontong, terus pas kita mau kembali lagi ke Awang Kitchen, di sebelah kiri itu ada toko Blueray, di atasnya pada gini semuanya, kayak 'A Raffi!' Nah itu ajak foto, dia (pegawai Blueray), dia itu yang ngajak foto. Ini tuh fotonya begini, foto saya sama Gading.' Ia juga memposting foto bersama pegawai Blueray Cargo serta teman-temannya, seperti Gading, Ariel NOAH, dan Desta Mahendra, namun ia menegaskan bahwa tidak mengenal sosok yang meminta foto tersebut.
Sebelumnya, Raffi Ahmad telah membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan suap ini. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah terbiasa disebut-sebut dalam berbagai masalah, meskipun tidak pernah terlibat. 'Itu tidak benar,' tegas Raffi. 'Oh ya, sudah biasa. Saya pernah dibawa dalam pencucian uang lah, ini lah. Tapi yang pasti, kalau ini, saya tidak pernah ada transaksi dan tidak pernah memesan, menerima pun tidak,' tuturnya dengan tegas.
Nama Raffi muncul dalam konteks ini karena dikabarkan bahwa ia sempat berkunjung ke kantor Blueray Cargo untuk menitip atau mengirimkan barang elektronik ke Indonesia, termasuk iPhone 17. Sebagai langkah hukum, Raffi menggandeng pengacara Hotman Paris untuk memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang memberitakan hal yang jauh dari kenyataan. Raffi dan Hotman Paris juga berencana menggelar konferensi pers pada hari Kamis, 11 Juni 2026, untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai situasi ini. Dalam video yang diunggah, Hotman Paris menantang pihak-pihak yang menyeret nama Raffi untuk menyertakan bukti keterlibatan kliennya dalam kasus tersebut.
(wk/timw)