Yuni Shara berbagi kisah tentang sekolah PAUD yang didirikannya dan perubahannya.
- Rabu, 17 Juni 2026 - 17:03 WIB
WowKeren - Penyanyi Yuni Shara mengungkapkan perjalanan mendirikan sekolah PAUD di Batu, Malang, yang kini sudah berbayar. Sekolah ini awalnya didirikan dengan tujuan memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu. Dalam program Need A Talk, Yuni menceritakan bagaimana ia terlibat dalam dunia pendidikan meski sebelumnya tidak pernah terpikir untuk melakukannya.
Yuni Shara menceritakan bahwa ia awalnya datang ke Batu untuk berlibur. Saat itu, hotel-hotel di daerah tersebut penuh, sehingga ia memutuskan untuk menyewa rumah dekat sekolah PAUD. Ketika hendak kembali ke Jakarta, ia mendengar kabar dari mantan guru SD-nya bahwa sekolah tersebut akan dibubarkan. "Besok aku bubarin," ucap mantan gurunya, yang membuat Yuni terkejut dan segera berinisiatif untuk menyelamatkan sekolah tersebut.
"Aku lihat plafonnya udah separo," ungkap Yuni saat mengingat kondisi sekolah yang kurang layak. Merasa prihatin, ia langsung mencari kontrakan sebagai tempat sementara untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar. "Jangan (dibubarin), cari kontrakan," ujarnya menambahkan bahwa saat itu juga ia membeli kursi dan meja kecil untuk digunakan anak-anak belajar. "Yang penting ada dulu supaya mereka enggak bubar. Itu awalnya," imbuh Yuni.
Awalnya, sekolah PAUD yang didirikan Yuni dikenal sebagai lembaga yang tidak membebani siswanya dengan biaya pendidikan. "Di rumah kontrakan memang bayarnya Rp 2.500 saat itu, karena memang kondisinya untuk anak-anak kurang mampu," jelasnya. Namun, seiring berjalannya waktu, sekolah tersebut kini telah beroperasi dengan biaya yang lebih tinggi.
Yuni juga menyampaikan bahwa sekolah PAUD yang kini telah berusia 22 tahun tersebut sudah ada sebelum ia terlibat pada tahun 2010. Meski sudah berbayar, Yuni berharap bahwa pendidikan yang diberikan tetap dapat diakses oleh anak-anak dari latar belakang yang kurang mampu. Dengan komitmen dan dedikasi yang tinggi, Yuni Shara menunjukkan bahwa ia tidak hanya sekadar seorang penyanyi, tetapi juga seorang yang peduli dengan pendidikan dan masa depan anak-anak di Indonesia.
(wk/timw)