Yuni Shara Ambil KPR untuk Bangun Sekolah Layak Setelah 11 Tahun Berjuang
Instagram/Yuni Shara/Instagram
Selebriti

Penyanyi Yuni Shara berinvestasi dalam pendidikan dengan membangun sekolah setelah 11 tahun.

WowKeren - Penyanyi Yuni Shara baru-baru ini mengungkapkan langkah besar yang diambilnya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Setelah 11 tahun berjuang, ia memutuskan untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) demi membangun sekolah yang lebih layak bagi anak-anak. Keputusan ini diambil demi mewujudkan impian Yuni untuk memberikan tempat yang lebih baik bagi pendidikan anak-anak di daerahnya.

Yuni Shara menceritakan bahwa sebelumnya sekolah yang ia dirikan hanya beroperasi di sebuah rumah kontrakan dengan biaya sekolah yang sangat terjangkau, sekitar Rp 2.500 hingga Rp 3.500. Ia merasa prihatin karena selama ini sering kali harus meminjam tempat untuk melaksanakan upacara dan kegiatan lainnya. "Kita kalau upacara enggak mungkin ada di situ, kita pinjem tempat," ujarnya dalam sebuah wawancara di YouTube Need A Talk. "Setiap upacara aku selalu berdoa, semoga nanti di tahun berikutnya kita sudah tidak pinjam tempat lagi untuk upacara atau melakukan kegiatan-kegiatan semacam ini," sambungnya.

Setelah 11 tahun menanti, cita-cita Yuni untuk memiliki gedung sekolah sendiri akhirnya terwujud. "Baru terealisasi 11 tahun kemudian. Aku bisa punya gedung sendiri," ucapnya dengan penuh rasa syukur. Menariknya, Yuni mendapatkan lokasi yang strategis di pinggir jalan raya dengan harga yang masih terjangkau. "Kok ya ada orang lagi BU (butuh uang), di jalan utama yang harganya di Batu bukan harga yang murah," jelasnya. Ia menekankan bahwa dukungan dari bank memudahkan proses pembelian gedung sekolah tersebut.


Selama proses pembangunan, Yuni tidak meminta bantuan dari siapapun, namun ia tetap terbuka untuk menerima bantuan dari pihak lain yang ingin berkontribusi. "Saat ini, semua bantuan itu sudah ditentukan sesuai kebutuhan sekolah," imbuhnya. Yuni menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan daftar kebutuhan yang dapat dipilih oleh para donatur. "Misalnya ke Kepala Sekolah, 'saya mau nyumbang..' udah ada list-nya, misal korden, karpet, rumput sintetis, buku, itu boleh milih (mau bantu apa)," tuturnya. "Beli sendiri enggak apa-apa, kita terbuka banget untuk itu," tambah Yuni.

Namun, untuk mendukung pengoperasian sekolah yang baru, Yuni terpaksa menaikkan biaya sekolah di PAUD Cahaya Permata Abadi setelah mereka pindah ke gedung baru. Kenaikan biaya tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama orangtua siswa, dan hasilnya akan digunakan untuk memberikan gaji kepada para guru yang merupakan tenaga profesional. Sekolah yang baru juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lebih memadai dibandingkan sebelumnya.

Dengan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Yuni Shara berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak di sekitar tempat tinggalnya. Ia yakin bahwa pendidikan yang baik akan mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait