Justin Bieber Frustasi Karena Dikejar Paparazi Saat Kunjungan di Israel
Selebriti

Selain itu, ia juga menyatakan istirahat sementara dari jejaring sosial Twitter demi meluangkan waktu bersama keluarganya.

WowKeren - Penggemar Justin Bieber harus menahan kecewa karena tidak bisa lagi berkomunikasi langsung dengannya untuk sementara waktu. Justin memutuskan untuk berhenti menggunakan akun Twitter sampai batas yang tidak ditentukan.

"Saya hanya bersemangat naik panggung dan tampil menghibur," tulis Justin di akun Twitter tanggal 12 April. "Saya ingin beristirahat dari Twitter dan menikmati waktu ini bersama keluarga saya."

Sejak pengumuman itu, akun Twitter Justin sepi. Hanya ada pesan dari dua temannya yang memberikan semangat padanya.

Sebelum mengumumkan akan berhenti menggunakan Twitter, Justin juga menyampaikan rasa frustasinya karena dirinya diseret dalam masalah politik. Kontroversi politik meletus tentang rumor dibatalkannya pertemuan Justin dengan perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

"Kami menerima permintaan dari Justin untuk bertemu dengan perdana menteri. Benjamin ingin mengajak Justin mengunjungi anak-anak di Israel yang terkena dampak kekerasan di wilayah Gaza," kata pernyataan dari kantor Benjamin yang dilansir koran Israel, Ynet News. "Perdana menteri tidak melihat ini sebagai isu politik."

Tapi, berbeda dengan pernyataan dari kantor Benjamin, pihak kekasih Selena Gomez ini meyatakan tidak pernah memprakarsai atau meminta untuk bertemu dengan Benjamin. Manager Justin, Scooter Braun, mengklaim bahwa laporan tersebut "konyol".


"Kami tidak pernah meminta untuk bertemu dengan (Benjamin) atau siapapun yang berhubungan dengan kami, minta bertemu dengan dia," kata manager Justin, Scooter Braun, kepada koran Yedioth Ahronoth. "Itu hanya laporan yang mengada-ada."

Tidak hanya kesal dengan isu politik di Israel, Justin juga frustasi menghadapi paparazi di sana. Padahal, Justin senang sekali bisa berada di Israel. Selain untuk konser di Tel Aviv, pelantun "Baby" ini ingin melihat tempat-tempat bersejarah di negara tersebut.

Paparazi Israel yang terkenal agresif membuat Justin tidak bisa leluasa tampil di tempat umum. Mereka selalu mengikuti Justin setiap saat tanpa berhenti. Sehingga Justin lebih banyak mendekam di dalam hotelnya.

"Ini bukan penggemar, beberapa paparazi memang mengerti dan pergi (untuk memberikan privasi) tapi ada juga beberapa yang tidak punya rasa hormat," tulis Justin. "Saya sangat frustasi dan harus mencurahkan isi hati saya."

Setelah tampil di Israel, Justin akan melanjutkan turnya ke Asia Tenggara dan Australia termasuk konser di Indonesia. Justin akan mengguncang Jakarta pada Sabtu 23 April.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait