Polisi Bekuk Lima Pembuat iPhone Palsu di China
SerbaSerbi

Produsen tersebut merakit iPhone di apartemen sewaan menggunakan piranti asli dan dijual seharga Rp 6,1 juta.

WowKeren - Pihak berwajib di kota Shanghai, China, telah menangkap lima orang yang diduga membuat dan menjual iPhone abal-abal. Menurut polisi, mereka merupakan bagian dari kelompok terorganisasi yang membeli komponen untuk ponsel itu dari Guangdong, bagian selatan China.

Komponen-kompenen tersebut mereka rakit di sebuah apartemen sewaan di Shanghai. Aksi kelimanya tercium polisi dan berhasil menciduk mereka. Dalam penggerebekan itu ditemukan 200 iPhone palsu yang siap diedarkan.

Biaya pembuatan iPhone palsu yang menggunakan beberapa piranti asli itu mencapai 2 ribu yuan atau sekitar Rp 3,1 juta (kurs Rp 1.564). iPhone aspal ini pun dijual di pasar gelap dan internet seharga 4 ribu yuan (Rp 6,2 juta). Nilai jual tersebut tidak terlalu jauh dengan harga iPhone asli.


Jika dibandingkan dengan aslinya, iPhone palsu ini tidak jauh berbeda dari yang asli sehingga konsumen sulit membedakannya. Secara fisik dan fungsi, iPhone abal-abal itu memiliki kemiripan. Yang membedakan, daya tahan baterai iPhone palsu lebih pendek.

"iPhone palsu memiliki fungsi yang sama seperti yang asli, namun masa aktif baterainya lebih singkat," kata seorang juru bicara kepolisian. "Konsumen akan sulit membedakan antara yang asli dan yang palsu."

China memang terkenal sebagai surga penjiplakan berbagai produk ternama. Bukan hanya iPhone, produk palsu dari merek-merek terkemuka seperti jam tangan, tas dan software bajakan dapat dengan mudah ditemukan di berbagai toko. Sejumlah versi bajakan dari iPhone juga bisa dengan mudah ditemukan. Ponsel bermerek hiPhone 5, yang dibuat berdasarkan foto-foto bocor dari iPhone 5 yang baru akan diluncurkan bulan depan itu sudah dijual di pusat perbelanjaan di China dan juga di internet.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!