Ke-14 klub tersebut sepakat untuk mengembalikan pengelolaan liga kepada PT Liga Indonesia dan bakal membuat liga tandingan 1 Desember nanti.
- Tim WowKeren
- Jumat, 14 Oktober 2011 - 09:00 WIB
WowKeren - Seperti deja vu, kompetisi sepakbola Indonesia kembali terpecah dua. Tinggal sehari menjelang dimulainya Indonesian Premier League (Liga Prima Indonesia), 14 klub menyatakan menolak ikut turnamen bentukan PSSI yang dikelola oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo itu.
Klub yang menolak adalah Persebaya Surabaya (versi Wisnu Wardana), Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, Persidafon, Persiwa Wamenda, Persiba Balikpapan dan Persela Lamongan. Ada juga PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, Semen Padang FC, Deltras Sidoarjo, Persisam Samarinda, Mitra Kukar serta Persib Bandung.
Selain menolak ikut Liga Prima Indonesia, mereka juga mengancam akan menggelar liga tandingan. Klub tersebut sepakat mengembalikan pengelolaan liga kepada PT Liga Indonesia dengan nama kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Rencananya, LSI yang akan diikuti oleh 14 klub itu bakal digelar serempak mulai 1 Desember 2011.
Ini bukan pertama kalinya kompetisi Indonesia terpecah dua. Musim lalu, turnamen sepakbola di Indonesia juga menjadi dua yaitu LSI yang resmi dari PSSI lalu ada liga tandingan yang bernama Liga Primer Indonesia (LPI).
Jika rencana ke-14 klub tersebut terlaksana maka keadaan akan terbalik. Giliran LSI yang bakal dianggap ilegal oleh PSSI.
Pertemuan yang dihadiri oleh 14 klub LSI musim lalu mempertanyakan kredibilitas PT Liga Prima Sportindo yang ditunjuk PSSI untuk menggelar liga musim depan. Selain itu mereka juga mempertanyakan kebijakan pembagian saham PT Liga Prima yakni sebesar 70 persen untuk PSSI dan 30 persen persen untuk klub. Padahal, pada Kongres yang diadakan di Bali beberapa waktu lalu, pembagian saham yakni sebesar 99 persen untuk klub dan PSSI hanya akan mendapat 1 persen saja.
"Pembagian saham itu juga atas nama pribadi," kata perwakilan dari ke-14 klub, Harbiansyah Hanafiah. "Seharusnya klub mendapatkan saham sebanyak 99 Persen, sedangkan PSSI hanya satu persen."
Berikut pernyataan sikap klub:
Memperhatikan perjalanan rapat yang tidak sesuai dengan keinginan peserta serta keinginan-keinginan PSSI yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman dan Anggota Komite Eksekutif Sihar Sitorus tidak sesuai dengan statuta, maka dengan ini kami telah sepaham bahwa:
- Kami tetap konsisten untuk melanjutkan kompetisi Liga Super Indonesia yang akan dikelola oleh PT Liga Indonesia sesuai dengan amanat dan ketetapan Kongres II PSSI tahun 2011 di Bali.
- Kami menerima penyerahan hibah saham dari PT Liga Indonesia yang diwakili oleh Joko Driyono kepada klub-klub Indonesia Super Liga sejumlah 99 persen dan satu persen kepada PSSI sesuai dengan amanat Kongres PSSI II tahun 2011 di Bali.
- Maka dengan kami menerima kepemilikan saham yang kemudian kami akan tindak lanjuti dengan membentuk dan meneruskan PT Liga Indonesia sampai dengan dijadwalkan kompetisi Liga Super Indonesia 2011-2012.
Sampai saat ini, beberapa klub juga masih bingung dengan jadwal pertandingan yang dinilai kacau balau. Ini pula salah satu penyebab ke-14 klub tersebut memilih menggelar liga tandingan.
Belum lagi persoalan hak siar pertandingan dimana PSSI telah menjalin kerja sama dengan MNC grup. Hal itu membuat ANTV yang selama empat musim memegang hak siar meradang bahkan tetap akan menyiarkan secara langsung pertandingan perdana antara Persib Bandung melawan Semen Padang, besok, 15 Oktober.
(wk/)