Persib Bandung Terancam Sanksi dari PSSI dan AFC Karena Pilih LSI
SerbaSerbi

"Persib Bandung sudah terdaftar di AFC sebagai peserta liga yang sah di Indonesia yaitu IPL," kata Hendriana.

WowKeren - Langkah Persib Bandung untuk ikut berkompetisi di Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011-2012 bakal berbuah sanksi ganda. Klub asal Kota Bandung, Jawa Barat, itu terancam hukuman dari PSSI dan Asian Football Confederatiion (AFC).

Senin (21/11), Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Kuswara S Taryono, sudah mengatakan bahwa pihaknya akan ikut LSI karena PSSI belum mampu memenuhi kuota 18 klub peserta Indonesian Premier League (IPL) sesuai statuta dan kongres di Bali. Manajer Kompetisi PT Liga Prima Indonesia (PT LPIS), Hendriana, menilai Persib bakal mendapatkan banyak masalah ke depan jika keluar dari IPL.

"Persib akan terkena sanksi berat dari dua otoritas sepak bola tertinggi di Asia (AFC) dan Indonesia (PSSI) jika keluar dari IPL," Hendriana. "Apalagi, Persib sudah terdaftar di AFC sebagai peserta liga yang sah di Indonesia yaitu IPL."

Posisi Persib terbilang sulit karena klub tersebut sudah mengikuti kick off IPL melawan Semen Padang pada 15 Oktober lalu. Laga tersebut sudah tercatat dan disahkan oleh AFC. Jika Persib menolak melanjutkan kompetisi di IPL, maka tertutup kemungkinan untuk bisa mengikuti AFC Cup jika menjadi juara LSI.

Hendriana melanjutkan ancamannya bahwa Persib bakal mendapatkan kendala dalam hal administrasi sebagai klub yang diakui di Indonesia. "Persib akan kesulitan dalah hal perizinan," ujar Hendriana.

PT LPIS selaku operator IPL sudah mendaftar 17 peserta kompetisi, merujuk pada perwakilan klub yang mengikuti pertemuan manajer (CEO meeting) di Hotel Alila, Jakarta, Rabu (9 November) lalu. "Dari hasil meeting itu, kami sudah memastikan 17 klub telah menjadi peserta IPL," kata Henriana.

Henriana mencatat, peserta IPL adalah Persib Bandung, Semen Padang, Persipura Jayapura, Arema Malang, Persiba Bantul, Bontang FC, Mitra Kukar, Persidafon Dafonsoro, PSM Makassar dan PSMS Medan. Selain itu, ada juga Persebaya Surabaya, Sriwijaya FC, Persema Malang, Persiraja Banda Aceh, Persija Jakarta, Persibo Bojonegoro dan Persijap Jepara.


Sementara itu, pelatih Persib, Drago Mamic, mengaku senang klubnya memilih bergabung dengan LSI. "Saya senang dengan kondisi ini. Kompetisi segera dimulai dan mudah-mudahan ini keputusan final," kata mantan pelatih timnas Myanmar itu, Selasa (22/11) sore.

Menurut jadwal dari PT Liga Indonesia selaku penyelenggara LSI, Maung Bandung akan mengawali liga dengan menjamu Persiram Raja Ampat. Persib akan menjamu Okto Maniani cs di stadion Si Jalak Harupat pada 3 Desember. Empat hari kemudian (7 Desember), giliran Sriwijaya FC yang menjadi tamu Persib.

"Saya mendapat banyak pesan dari bobotoh (julukan suporter Persib). Mereka mendukung kami," ujar Drago. "Tim-tim terbaik ada di sana (LSI) termasuk Persib. Semua ini membuat saya gembira."

Di tempat terpisah, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, memberikan peringatan tegas kepada klub-klub yang disebutnya "tidak mau diurus". Klub-klub ini terancam sanksi bila mereka tetap menggelar kompetisi yang merujuk pada LSI.

"Kita di PSSI tidak akan mengurus klub-klub yang tidak mau diurus. Kalau tidak mau diurus silakan saja, tapi kami tidak tinggal diam dan menyiapkan sanksi (untuk mereka)," ungkap Djohar. "Itu semua ada di statuta dan kami sudah berusaha untuk mencegahnya."

Menurut Djohar, batas waktu untuk klub-klub yang mau ikut kompetisi IPL adalah hari ini, Rabu (23 November). "Jika tidak ada pemberitahuan, ya kita tinggalkan," katanya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!