Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan dan Leo Saputra tak memenuhi panggilan kedua dari penyidik Polresta Palembang untuk interogasi kasus pertikaian pemain Persija dan Sriwijaya FC.
- Tim WowKeren
- Rabu, 18 Januari 2012 - 09:19 WIB
WowKeren - Kubu Persija yang sebelumnya terlibat pertikaian fisik dengan pemain Sriwijaya FC kembali bersikap masa bodoh walau dipanggil penyidik Polresta Palembang. Padahal, sebelumnya, kuasa hukum Syaiful mengungkapkan kalau pemain Persija seperti Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan dan Leo Saputra, bersedia memenuhi panggilan jika diperiksa penyidik, Selasa (17/1).
"Kita minta pihak Persija kooperatif terkait pemanggilan kali ini. Pihak Persija sendiri yang meminta tanggal yang disepakati ini," kata Pejabat Pengganti Sementara (PJS) Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting, SIk melalui Kasat Reskrim Kompol Frido. "Namun, alasan surat panggilan belum diterima dan ada masalah dalam kepemimpinan Persija, saya rasa kurang masuk akal. Persija sendiri yang meminta tanggal tersebut."
Kasat Frido meminta agar Persija segera menyelesaikan tanggung jawabnya dengan memenuhi panggilan penyidik. "Mengingat Persija sebagai terlapor, kita juga minta agar ada komunikasi kepada pihak kepolisian jika tidak bisa hadir," ujar Kasat Frido.
Sejauh ini polisi masih menolerir ketidakhadiran Persija. Namun jika sampai 20 Januari tak ada kejelasan, bukan tidak mungkin polisi akan menjemput paksa para pemain yang terlibat pengeroyokan.
Surat panggilan kedua itu dilayangkan Kamis (12/1) pada Bepe, Ismed, Leo, asisten pelatih Sudirman dan tukang urut pemain, Udin. Surat panggilan dikirim karena Bepe cs tak datang saat pemeriksaan pertama, Rabu (11/1), tanpa keterangan.
Perselisihan pemain Persija dan SFC dipicu pertikaian pribadi antara Hilton Moreira dan Ismed. Ketika itu, terjadi kontak fisik antara Hilton dan Ismed saat berlangsungnya laga Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 antara SFC dan Persija di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (18/12/2011).
Tak terima, perseteruan berlanjut ke adu jotos di lobi Hotel Swarna Dwipa. Akibat pertikaian itu, Ismed harus menerima delapan jahitan di bagian pelipis. Bagian wajahnya juga terlihat lebam. Begitu pula dengan Hilton yang mengalami luka di bagian wajah. Rekan Hilton, Thierry Gathuesi, juga menderita luka-luka usai dikeroyok pemain Persija lainnya.
Baik manajemen Persija dan SFC telah sepakat berdamai. Namun karena kasusnya sudah masuk kepolisian, maka harus ditangani secara hukum.
(wk/)