Pelatih asal Malaysia, Raja Isa, menerima keputusan manajemen sejak awal siap disalahkan atas kekalahan PSMS di ISL 2011-2012.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 04 Februari 2012 - 11:44 WIB
WowKeren - Raja Isa bersikap santai walau ia telah resmi dipecat sebagai pelatih PSMS Medan, Jumat (3/2). Dia menganggap keputusan itu sebagai hal biasa.
"Ya benar manajemen telah memecat saya. Itu hal biasa. Di Medan nggak bisa menerima kekalahan pertandingan kandang," kata Raja lewat pesan via BBM, Sabtu (4/2). "Dan saya juga tidak tertekan karena sudah tahu situasi dan resiko sebelum datang ke Medan. Tidak ada masalah dengan manajemen.
Mantan pelatih Persipura Jayapura itu tak mau memperpanjang masalah walaupun ia dipecat sebelum kontraknya habis. Raja akan tetap bersikap profesional meski manajemen bertingkah sebaliknya.
"Memang sistem dan budaya mereka seperti itu. Saya profesional saja karena sudah berbuat yang terbaik," tegas Raja. "Dan yang penting aturan ditegakkan. Artinya saya menunggu sisa DP dan gaji saya."
Raja dipecat karena gagal mengantarkan timnya menang dari Persegres Gresik di laga Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, Kamis (2/2). Kekalahan 1-0 itu diprotes fans dan membuat manajemen terpaksa bertindak. Apalagi, di bawah asuhan Raja Isa, PSMS hanya mampu meraih satu kemenangan dari delapan laga yang sudah dilalui. Sisanya, tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut tiga kali tumbang dan empat kali seri.
"Ya, manajemen merespon masyarakat yang tidak puas atas kinerja beliau (Raja Isa) selama musim ini. Puncaknya adalah kekalahan dari Persegres," ujar manajer PSMS, Benny Tomasoa. "Kami menerima kritikan masyarakat, fans, juga yang lainnya usai pertandingan, dan bermuara pada mencari sosok baru untuk melatih PSMS. Dari situ, kami sampaikan kesimpulan ke CEO dan komisaris untuk menemukan solusi permintaan masyarakat."
(wk/)