Taufik mengaku Bandung tidak memanfaatkan prestasi atlet dan belum punya GOR bulutangkis bertaraf internasional.
- Tim WowKeren
- Selasa, 03 April 2012 - 10:35 WIB
WowKeren - Taufik Hidayat merasa kecewa dengan kota kelahirannya, Bandung. Menurut pebulutangkis ranking 11 dunia itu, Bandung kurang bisa memanfaatkan potensi para atlet di wilayahnya.
"Kota Bandung tidak memanfaatkan prestasi bulutangkis untuk sosialisasi ke mancanegara," ujar Taufik di Bandung, baru-baru ini. "Bila saja Bandung punya GOR bulutangkis bertaraf internasional maka bisa menggelar pertandingan internasional seperti kota-kota besar di dunia."
Taufik berharap Bandung suatu saat nanti bisa menjadi tuan rumah kejuaraan nasional maupun dunia seperti Piala Sudirman atau Piala Thomas dan Uber. Pebulutangkis berusia 30 tahun ini mengaku kalau motivasi atlet untuk menuai prestasi juga dipicu oleh keberadaan GOR bertaraf internasional.
"Kawasan Saparua Kota Bandung akan cocok untuk GOR bulutangkis. Saya sudah mengajukan usulan saat Gubernur Jabar H Danny Setiawan untuk membangun GOR di sana, namun hingga kini belum ada realisasinya," ujar Taufik. "Kehadiran GOR bertaraf internasional, maka akan banyak pertandingan bermutu di sana dan saya yakin prestasi atlet akan lebih bagus."
Taufik baru saja menyelesaikan laga semifinal turnamen beregu Axiata Cup 2012, Minggu (1 April). Mewakili Indonesia Garuda, Taufik menang mudah melawan pemain muda dari grup Malaysia Tiger, Mohammad Arif Abdul Latif, 21-10, 21-7.
Selain Taufik, wakil lainnya yakni Simon Santoso serta pasangan Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan sukses di semifinal. Mereka nantinya akan bersaing di laga final melawan Indonesia Rajawali, 13 April.
(wk/)