Kekalahan total tim putra maupun putri di perempatfinal melawan Jepang saat Piala Thomas-Uber memunculkan spekulasi tentang kurangnya kualitas pemain untuk laga Olimpiade mendatang.
- Tim WowKeren
- Kamis, 24 Mei 2012 - 10:29 WIB
WowKeren - Kemampuan atlit bulutangkis yang akan bersiap untuk Olimpiade London 2012, Juli hingga Agustus mendatang, diragukan bisa memenuhi target merebut medali emas. Pasalnya, mereka yang akan berangkat justru gagal meraih poin di turnamen pendahuluan yakni Piala Thomas dan Uber 2012 di Wuhan, China.
Simon Santoso yang mendapat giliran pertama melawan wakil Jepang, Sho Sasaki, di perempatfinal Piala Thomas, sebenarnya sudah berhasil menang dengan skor 22-20 dan 21-14. Sayangnya nasib tim berada di ujung tanduk karena pasangan ganda putra, Markis Kido dan Hendra Setiawan, banyak melakukan kesalahan sehingga kalah 16-21 dan 18-21.
"Sebetulnya posisi kami sudah enak karena Simon sudah menang, namun permainan kami hari ini tidak keluar sepenuhnya. Game pertama didominasi sepenuhnya oleh lawan, saat bisa memimpin di game kedua kami malah terburu-buru dan berada dibawah tekanan karena tersusul," ujar Hendra setelah melawan Noriyatsu Hirata/Hirokatsu Hashimoto. "Kami banyak melakukan kesalahan sendiri karena susah sekali untuk fokus di lapangan tadi," kata Markis menimpali.
Jepang kembali unggul 2-1 setelah Taufik Hidayat kalah melawan Kenichi Tago, 12-21, 17-21. Walau sempat diselamatkan oleh Mohammad Ahsan dan Alvent Yulianto dengan skor 21-17 dan 21-13, namun Indonesia akhirnya harus tersingkir karena kekalahan Dionysius Hayom Rumbaka melawan Takuma Ueda dengan 14-21 dan 19-21.
Tak jauh beda dengan tim putra, wakil putri sebenarnya juga telah bekerja keras ketika berhadapan dengan sejumlah pemain unggulan Jepang. Sayangnya performa Jepang cukup sulit dikalahkan sejak awal pertandingan. Tim Negeri Matahari Terbit itu akhirnya menang 3-1.
"Tentunya saya kecewa karena tidak bisa menyumbangkan poin bagi Indonesia. Apalagi saya bermain kurang bagus dan tidak tenang selama pertandingan," ujar Maria Febe sebagai salah satu wakil. "Sayaka Sato punya power yang kuat, saya tidak mampu mengimbangi dia. Ditambah lagi bola yang dipakai cukup berat, tentunya tidak jadi masalah buat dia."
Dengan hasil tersebut, akankah Indonesia punya kans melanjutkan tradisi meraih medali emas sejak 1992? Menjawab hal itu, Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso, menjamin akan ada peningkatan kualitas sejumlah pebulutangkis untuk laga Olimpiade. "Hasil Thomas Uber ini menjadi bahan evaluasi sebelum benar-benar menghadapi Olimpiade," tegas Djoko.
(wk/)