Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman dan sejumlah pemain di APPI meminta kompetisi ISL dan IPL disatukan agar FIFA tak perlu menjatuhkan sanksi.
- Tim WowKeren
- Selasa, 29 Mei 2012 - 09:25 WIB
WowKeren - Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman dan sederet pemain bola lainnya merasa kesal dengan kisruh dualisme kompetisi yang tak kunjung usai. Mereka pun mengancam akan mogok jika klub-klub sepak bola tetap meremehkan permasalahan di Indonesia Super League dan Indonesian Premier League.
Diungkapkan Bepe, para pemain menuntut adanya peleburan kompetisi. Sehingga 15 Juni nanti FIFA tak akan menjatuhkan sanksi yang bisa merugikan Indonesia.
"ISL dan IPL sama saja. Dua-duanya omong kosong. Bisa kita lihat semua, kedua kompetisi ini prematur dari banyak hal," tegas Bambang sebagai Wakil Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) saat pertemuan di Jakarta, Senin (28/5). "Jika sudah ada keputusan dan terbentuk satu liga, satu federasi, APPI sepakat tidak akan mengikuti 'liga sebelah'."
Tuntutan yang diajukan lainnya yakni pelunasan pembayaran gaji pemain ISL maupun IPL yang nunggak hingga berbulan-bulan. Ditambahkan Bepe, penyelenggara maupun klub sama-sama tidak becus mengurus administrasi.
"Kami para pemain bersatu menuntut hak kami. Jangan lupa, pemain merupakan aset terbesar dalam sebuah kompetisi," kata Bepe. "Kita tunggu sampai tanggal 7 (7 Juni). Kami akan melakukan negosiasi. Mungkin setelah itu, bisa lebih ekstrim."
(wk/)