Camara mendadak mengalami serangan jantung disela-sela latihan di Stadion Siliwangi, Bandung, 27 Juli lalu.
- Tim WowKeren
- Senin, 29 Juli 2013 - 08:29 WIB
WowKeren - Indonesia masih belum meningkatkan kualitas sepakbola. Terbukti, seorang striker kembali menjadi korban karena kurangnya penanganan di lapangan.
Ia tak lain Sekou Camara, striker Pelita Bandung Raya, yang meninggal saat latihan. Insiden ini terjadi saat Camara mengikuti latihan bersama tim di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (27/7) malam.
Awalnya, Camara meminta bola dari salah seorang rekannya. Sang rekan kemudian memberi umpan, namun terlalu jauh dan luput dari kejaran Camara. Bola direbut pemain tim lawan dan permainan terus berlangsung normal.
Namun disela-sela itu, Camara tampak menunduk menahan sakit. Sayangnya tak ada yang mengira kalau pemain asal Mali, Afrika Barat, itu mengalami serangan jantung.
"Karena tidak ada permintaan tolong apa pun darinya. Bahasa tubuhnya pun tidak menunjukkan kesakitan," kata Direktur Utama PT Kreasi Performa Pasundan, Pengelola PBR, Marco Gracia Paulo, Minggu (28/7). "Salah seorang pemain yang posisi dekat Camara bahkan sekilas menyangka ia tengah membetulkan posisi tali sepatu."
Tim baru sadar Camara kesakitan setelah ia merebahkan badan untuk kedua kalinya. "Ternyata saat itu sudah tidak sadarkan diri. Mulutnya sudah kaku. Tidak bisa dibuka untuk diberi napas buatan," lanjut Marco.
Pemain yang pernah membela PSAP Sigli dan Persiwa Wamena itu sempat pula dilarikan ke Rumah Sakit Halmahera. Sayangnya, kondisi striker berusia 27 tahun ini sudah tak tertolong lagi.
"Sekitar 30 menit ditangani dokter di rumah sakit, tapi tidak mampu tertolong," lanjut Marco. "Analisis dokter, ia disebut telah meninggal sebelum sampai di rumah sakit akibat serangan jantung."
(wk/)